adplus-dvertising

Masa Pandemi, Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Konsel Meningkat

Hamka Dwi Sultra, telisik indonesia
Senin, 24 Agustus 2020
1171 dilihat
Masa Pandemi, Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Konsel Meningkat
Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Konsel, Yuliana. Foto : Hamka Dwi Sultra/Telisik

" Pada tahun 2019 kasus kekerasan perempuan dan anak di Konsel berjumlah delapan kasus. "

KONAWE SELATAN, TELISIK.ID - Masa Pandemi COVID-19 kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) pada tahun 2020 mengalami peningkatan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Konsel, Yuliana, saat di konfirmasi Telisik.id, Senin (24/8/2020).

Yuliana mengungkapkan, dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama, kasus kekerasan perempuan dan anak di Konsel mengalami peningkatan. Berbagi faktor dianggap menjadi pemicu, salah satunya akibat Pandemi COVID-19.


"Di masa Pandemi COVID-19 ini, kami terkendala untuk sosialisasi. Namun, kami sudah membentuk Satgas di setiap kecamatan di Konsel," ungkap Yuliana.

Untuk itu, dalam menekan tingginya kasus kekerasan perempuan dan anak. Dirinya berharap, Satgas di setiap kecamatan di Konsel terus melakukan sosialisasi dan edukasi ke pada seluruh stakeholder untuk bersama-sama menjaga dan mengawasi anak.

Kesempatan yang sama, Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak, DP3A Kabupaten Konsel, Nurlelasary Harahap, merincikan peningkatan kasus kekerasan perempuan dan anak tersebut.

Baca juga: Langgar Protokol Kesehatan, Warga Disanksi Menyanyi Lagu Indonesia Raya

"Pada tahun 2019 kasus kekerasan perempuan dan anak di Konsel berjumlah delapan kasus," kata Nurlelasary.

Sementara itu, lanjut Nurlela, pada tahun 2020 di masa Pandemi COVID-19 terjadi peningkatan, DP3A Kabupaten Konsel mencatat 15 kasus kekerasan perempuan dan anak.

"Rinciannya, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) enam kasus, sementara kasus pemerkosaan atau pelecehan seksual terhadap anak sembilan kasus," ujarnya.

Selain itu, pihaknya berharap di masa Pandemi COVID-19 ini, orang tua atau keluarga agar ikut terlibat membantu dalam pengawasan.

"Karena peran orang tua atau keluarga yang paling utama dalam pengawasan anak," tutupnya.

Reporter: Hamka Dwi Sultra

Editor: Kardin

Baca Juga