adplus-dvertising

Masjid Keraton Liya, Pusat Penyebaran Islam di Wakatobi

Mohamad Lukman Saputra, telisik indonesia
Sabtu, 15 Agustus 2020
3590 dilihat
Masjid Keraton Liya, Pusat Penyebaran Islam di Wakatobi
Masjid Keraton Liya Togo. Foto: Repro Google.com

" Masjid ini dibangun pada masa La Djilabu. Ia sendiri adalah seorang yang berkelana dari luar Wakatobi untuk menyebarkan ajaran agama Islam kepada masyarakat yang berada di Pulau Wangi-wangi. "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Kabupaten Wakatobi selain memiliki kekayaan wisata bahari, juga memiliki peninggalan peradaban Islam yang bernama Masjid Keraton Liya.

Masjid Mubaroq atau lebih di kenal dengan sebutan masjid Keraton Liya terletak di Desa Liya Togo, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Masjid ini  berdiri sejak 1546 Masehi. Dikelilingi oleh benteng yang terbuat dari batu karang (coral). Bahan pondasi masjid ini terbuat dari campuran kapur dengan batu.


Masjid Keraton Liya merupakan masjid tertua kedua di Kabupaten Wakatobi yang masih berdiri hingga kini, setelah Masjid Agung Keraton Wolio. Masjid inilah yang menjadi saksi penyebaran Islam di Kabupaten Wakatobi.

Pengurus masjid yang bernama La Wahidi mengatakan bahwa masjid Keraton Liya didirikan oleh La Djilabu bersama masyarakat. La Djilabu adalah seorang yang berkelana ke Pulau Wangi-wangi untuk menyebarkan Islam.

"Masjid ini dibangun pada masa La Djilabu. Ia sendiri adalah seorang yang berkelana dari luar Wakatobi untuk menyebarkan ajaran agama Islam kepada masyarakat yang berada di Pulau Wangi-wangi," ungkapnya, Sabtu (15/08/2020)

Baca juga: Meraih Keutamaan Shaf Pertama dalam Salat Berjemaah

"Setelah merasa bahwa umat Islam yang ada di Pulau Wangi-wangi cukup banyak, maka dia bersama masyarakat mendirikan Masjid Keraton Liya sebagai pusat peribadatan umat Islam di tempat itu," sambungnya.

La Wahidin juga menuturkan bahwa dalam masjid ada empat tiang dan terdapat tangga yang terbuat dari bambu.

"Pada zaman dulu muadzin mengumandangkan adzan di atas plafon agar terdengar oleh warga," ungkapnya.

Masjid Keraton Liya Togo sampai saat ini masih menjadi pusat ibadah bagi masyarakat sekitar.

Selain ibadah, masyarakat masih menjadikan tempat pertemuan di masjid. Sebagai bentuk menjaga salah satu tempat bersejarah di Wakatobi.

Reporter: Mohamad Lukman Saputra

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga