MUNA, TELISIK.ID - Ada beberapa budaya dan tradisi masyarakat Sulawesi Tenggara yang hampir punah, bahkan tidak dikenal lagi oleh generasi saat ini. Seperti yang terjadi di Pulau Muna, dimana budaya Kabhanti Modero nyaris hilang dari kehidupan masyarakat Muna, dan kini hanya diketahui olah orang-orang tua.

Budaya dan tradisi khas masyarakat yang hampir punah ini seharusnya dilestarikan dan diekspose lebih luas lagi ke publik. Kabhanti Modero merupakan tradisi lisan yang oleh masyarakat Muna dijadikan media ekspresi yang lirik-liriknya bermuatan perasaan, pengalaman pribadi dan dimensi kemasyarakatan.

Kabhanti berasal dari kata bhanti yang berarti puisi, sajak atau nyanyian. Masyarakat Muna biasa mengartikannya dengan berbalas pantun.

Kabhanti Modero dilakukan oleh sekelompok pihak laki-laki dan pihak perempuan yang dikelompokkan terpisah dan saling berhadap-hadapan dengan tangan saling bergenggaman, kemudian tangan diayun maju mundur lalu memutar searah jarum jam.

Tarian ini diisyaratkan sebagai ungkapan hati laki-laki dan perempuan yang seolah saling mengejar melalui syair-syair yang diungkapkan.