adplus-dvertising

Mulai Hari Ini Kim Jong Un Larang Keras Warga Korut Ketawa dan Menangis, Ini Alasannya

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Jumat, 17 Desember 2021
1207 dilihat
Mulai Hari Ini Kim Jong Un Larang Keras Warga Korut Ketawa dan Menangis, Ini Alasannya
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Foto: Repro Sindonews

" Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memaksa penduduknya untuk berkabung saat peringatan 10 tahun kematian ayahnya, Kim Jong Il "

PYONGYANG, TELISIK.ID - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memaksa penduduknya untuk berkabung saat peringatan 10 tahun kematian ayahnya, Kim Jong Il.

Kim Jong Un melarang warga Korut untuk tertawa, mabuk, bahkan rekreasi selama 11 hari selama peringatan itu berlangsung.

Dikutip Galamedia dari Radio Free Asia, peringatan kematian Kim Jong Il itu jatuh pada 17 Desember 2021 hari ini.


“Selama masa berkabung, kita tidak boleh minum alkohol, tertawa atau terlibat dalam kegiatan rekreasi,” kata seorang penduduk kepada RFA.

Tak hanya itu, pada peringatan itu juga warga dilarang untuk berbelanja makanan dan apabila melanggar maka akan dihukum seperti layaknya penjahat ideologis.

Baca Juga: Pasar Ini Sediakan Wanita Cantik untuk Dibeli, Mau Berkunjung?

“Dulu banyak orang yang tertangkap minum atau mabuk selama masa berkabung ditangkap dan diperlakukan sebagai penjahat ideologis. Mereka dibawa pergi dan tidak pernah terlihat lagi," katanya.

Bahkan disebutkan, apabila anggota keluarga kebetulan meninggal pada masa berkabung itu, anggota keluarga lainnya tidak boleh menangis dengan keras.

“Bahkan jika anggota keluarga Anda meninggal selama masa berkabung, Anda tidak boleh menangis dengan keras dan tubuh harus dibawa keluar setelah selesai," katanya.

"Orang-orang bahkan tidak bisa merayakan ulang tahun mereka sendiri jika jatuh dalam masa berkabung," ungkap warga tersebut.

Baca Juga: Taliban Penggal Kepala Puluhan Warga Afghanistan dan Ditampilkan Depan Umum

Dilansir Tempo.co, pemerintahan Kim Jong merupakan salah satu periode tergelap dalam sejarah Korea Utara. Terjadi bencana kelaparan pada 1994-1998, yang menewaskan jutaan warga negara itu.

Pada masa berkabung, Pemerintah Korea Utara juga mengerahkan polisi untuk mewaspadai penduduk yang tidak terlihat berduka. “Mulai hari pertama Desember, mereka akan memiliki tugas khusus untuk menindak orang-orang yang merusak suasana berkabung kolektif,” kata seorang penduduk di provinsi barat daya Hwanghae Selatan kepada Radio Free Asia.

Perusahaan-perusahaan milik negara di Korea Utara dan juga diperintahkan menjaga orang-orang yang kelaparan selama masa berkabung.

“Ketertiban dan keamanan sosial harus dipastikan, sehingga perusahaan bertanggung jawab mengumpulkan makanan untuk diberikan kepada warga dan karyawan yang tidak bisa masuk kerja karena kekurangan pangan,” kata sumber tersebut. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga