adplus-dvertising

Naudzubillah, Beratnya Ganjaran Orang yang Tak Bayar Utang

Haerani Hambali, telisik indonesia
Jumat, 03 Desember 2021
33402 dilihat
Naudzubillah, Beratnya Ganjaran Orang yang Tak Bayar Utang
Islam mewajibkan orang yang berutang untuk membayar utangnya. Sangat berat ganjaran bagi orang yang tidak membayar utang. Foto: Repro inews.id

" Islam memperbolehkan utang-piutang, sebagai salah satu jalan kebaikan bagi yang memberi utang kepada saudaranya yang membutuhkan "

KENDARI, TELISIK.ID - Islam memperbolehkan utang-piutang, sebagai salah satu jalan kebaikan bagi yang memberi utang kepada saudaranya yang membutuhkan.

Namun Islam juga mewajibkan orang yang berutang untuk membayar utangnya. Sangat berat ganjaran bagi orang yang tidak membayar utang.

Dilansir dari Kumparan.com, dalam buku Ikhlas Beramal untuk Hidup Berkualitas yang ditulis oleh Ibnu Muhajir (2020), orang yang memberikan pinjaman lebih utama dibanding orang yang bersedekah. Sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:


"Nabi pernah bertanya kepada Malaikat Jibril, "Kenapa memberikan utang lebih utama dibanding memberikan sedekah? Jibril menjawab, "Karena, orang yang meminta sedekah tidak selalu karena ia tidak punya. Sedangkan orang yang berpiutang, ia tidaklah meminta utang itu kecuali karena suatu kebutuhan," (HR. Ibnu Majah).

Mengutip buku Dosa Besar Kecil yang Terabaikan Penyebab Siksa Azab Kubur Yang Pedih (2014), mereka yang memberikan pinjaman uang juga akan mendapatkan tempat terbaik serta mendapatkan pahala. Seperti tercatat dalam beberapa hadis:

"Barangsiapa meminjamkan (harta) kepada orang lain, maka pahala shadaqah akan terus mengalir kepadanya setiap hari dengan jumlah sebanyak yang dipinjamkan, sampai pinjaman tersebut dikembalikan," (HR. Muslim, Ahmad, Ibnu Majah).

"Siapa yang memberi pinjaman atas kesusahan orang lain, maka dia ditempatkan di bawah naungan singgasana Allah Subhanahu Wa Ta'ala pada hari kiamat," (HR. Thabrani, Ibnu Majah, Baihaqi).

Namun bagi penerima pinjaman, wajib baginya untuk membayar utang. Sebuah hadis menyebutkan bahwa orang tidak boleh menunda-nunda pembayaran utang apabila sudah mampu. Apabila terus menunda, maka dianggap sebagai kezaliman dan orang yang berutang akan mendapatkan azab.

"Menunda pembayaran bagi orang yang mampu, itu merupakan bentuk kezaliman. Orang yang berpiutang mesti tunduk kepada orang yang berutang," (HR. Al. Bukhari).

"Orang yang menunda pembayaran tatkala mampu, ia berhak untuk diberikan hukuman," (HR. Al-Bukhari).

Azab bagi orang yang tidak bayar utang

Dikutip dari Kumparan.com dalam buku Berdamai dengan Kematian dan situs resmi Provinsi Sumatera Barat, azab bagi orang yang tidak membayar utang adalah:

1. Terhalang Masuk Surga

Utang yang belum dibayar dapat membuat seseorang terhalang masuk surga, meskipun orang tersebut mati syahid.

"Demi yang jiwaku ada ditangan-Nya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih punya utang, maka dia tidak akan masuk surga sampai utangnya itu dilunasi."

"Semua dosa orang yang mati syahid diampuni kecuali utang," (HR Muslim)

2. Berstatus Pencuri

Mereka yang berutang dan tidak membayarkannya akan berstatus sebagai pencuri. Sebagaimana disebutkan dalam dalil berikut:

"Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri."

Baca Juga: Besarnya Keutamaan Surah Al Ikhlas, Bisa Dapatkan Cinta Allah

3. Nasib Menggantung

Mereka yang masih memiliki utang nasibnya akan menggantung di akhirat kelak, antara surga atau neraka. Hal ini senada dengan sabda Rasulullah SAW, yang berbunyi:

"Jiwa seorang mukmin tergantung karena utangnya, sampai utang itu dilunaskannya."

4. Kehinaan di Siang Hari dan Kegelisahan di Malam Hari

Mereka yang tidak melunasi utang akan mendapatkan kehinaan di siang hari dan kegelisahan di malam hari. Sebagaimana dikatakan oleh Umar bin Abdul Aziz:

"Aku wasiatkan kepada kalian agar tidak berutang, meskipun kalian merasakan kesulitan, karena sesungguhnya utang adalah kehinaan di siang hari kesengsaraan di malam hari, tinggalkanlah ia, niscaya martabat dan harga diri kalian akan selamat, dan masih tersisa kemuliaan bagi kalian di tengah- tengah manusia selama kalian hidup."

Sementara Ustaz Muhammad Abdul Wahab Lc dalam buku Berilmu Sebelum Berutang yang diterbitkan Rumah Fiqih Publishing, seperti dilansir dari Republika.co.id menganjurkan agar manusia menghindari utang. Manusia harus sebisa mungkin menahan diri tidak berutang sampai benar-benar perlu.

Baca Juga: Dahsyatnya Keutamaan Membaca Basmalah yang Perlu Anda Ketahui

Rasulullah SAW juga senantiasa berdoa kepada Allah SWT memohon perlindungan agar tidak terlilit utang.   

"Dari Aisyah RA, Rasulullah berdoa dalam salat “Ya Allah aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan terlilit utang. Lalu ada seseorang yang bertanya: Mengapa Anda banyak meminta perlindungan dari utang, wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab: Sesungguhnya seseorang apabila sedang berutang ketika dia berbicara biasanya berdusta dan bila berjanji sering menyelisihinya.” (HR Bukhari Muslim).

Dua hadis selanjutnya juga mengisyaratkan bahwa utang yang ditinggalkan oleh seseorang, ketika dia meninggal akan menjadi salah satu perkara yang menghalanginya masuk surga.

"Dari Tsauban r.a Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang meninggal dalam keadaan terbebas dari tiga hal yakni sombong, ghulul (khianat), dan utang, maka dia akan masuk surga.”  (Sunan at-Tirmidzi).

"Dari Abu Hurairah r.a Rasulullah SAW bersabda, “Jiwa seorang mukmin itu tertahan oleh sebab utangnya sampai hutang itu dilunasi.”  (Musnad Ahmad). (C)

Reporter: Haerani Hambali

Editor: Fitrah Nugraha

Artikel Terkait
Baca Juga