Pemdes Kambawa Kole Pakai Aspal Buton untuk Jalan Lingkungan
Febriyani, telisik indonesia
Rabu, 09 Agustus 2023
0 dilihat
Warga Desa Kambawa Kole bergotong-royong dalam pengaspalan jalan lingkungan di Dusun Lagundi. Pemdes Kabawa Kole memanfaatkan aspal buton sebagai bahan utamanya. Foto: Ist.
" Desa Kambawa Kole, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, memanfaatkan aspal buton untuk jalan lingkungan di Dusun Lagundi, sepanjang 170 meter dan menggunakan aspal sebanyak 26 ton "


BUTON, TELISIK.ID - Desa Kambawa Kole, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, memanfaatkan aspal buton untuk jalan lingkungan pemukiman warga di Dusun Lagundi, sepanjang 170 meter dan menggunakan aspal sebanyak 26 ton.
Kepala Desa Kambawa Kole, La Ode Masa mengatakan, jalan lingkungan yang dibangun menggunakan aspal buton tersebut baru pertama kali, biasanya menggunakan beton.
Memanfaatkan aspal buton untuk jalan lingkungan tersebut dinilainya lebih gampang saat perbaikannnya, hanya ditempel dengan aspal lagi, maka jalan akan bagus kembali jika rusak, berbeda jika menggunakan beton.
"Aspal buton sengaja kita gunakan untuk jalan lingkungan di desa ini, salah satu upaya kita untuk mempromosikan aspal buton. Kalau bukan dimulai dari kita, siapa lagi yang akan membangun daerah. Untuk aspalnya kami beli dari Perusahaan Meutia Segar Bitumen yang berada di Lawele, sebanyak 21 ton dan ditambah 5 ton sehingga totalnya 26 ton," terangnya. Rabu (9/8/2023).
Dia juga menyebut anggaran yang digunakan Rp 180 jutaan, bersumber dari dana desa. Selain dari anggaran dana desa tahun ini, Pemdes Kabawa Kole juga mendapatkan bantuan rabat jalan dari dana provinsi sepanjang 170 meter dengan anggaran Rp 190 juta.
Baca Juga: Dukung Pertemuan Lingkar Tambang Aspal Buton, La Bakry: Sepanjang untuk Kemaslahatan Bersama
Aspal buton ini merupakan hasil bumi bangsa Indonesia belum banyak digunakan untuk pembangunan infrastuktur. Padahal cadangan aspal buton di atas 600 juta ton. Kandungan ini disebut mencapai 80 persen cadangan aspal alam dunia, sehingga mampu memenuhi kebutuhan aspal dalam negeri selama ratusan tahun.
Namun, alih-alih termanfaatkan, aspal buton malah kalah dibanding aspal minyak yang sebagian besar harus diimpor. Padahal, uji kualitas menunjukkan hasil yang jauh di atas aspal minyak.
Baca Juga: Ketua Kadin Beber Kualitas, Wali Kota Kendari Keluarkan Intruksi Penggunaan Aspal Buton
Dilasir dari Kompas.id, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Sumber Daya Alam dan Bina Marga Sultra Yudi Masril mengungkapkan, selama ini penggunaan aspal minyak memang masih dominan dibandingkan aspal buton dengan rasio 70:30.
"Yang mayoritas pakai aspal buton setahu saja hanya beberapa daerah, seperti Kabupaten Buton,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depannya, selain kualitas, tentu adalah pertimbangan harga. Sebagai pengguna, daerah berharap agar harga aspal berkualitas baik tersebut bisa bersaing sehingga tidak ada kendala dalam penggunaan hingga pelaporan. (B)
Penulis: Febriyani
Editor: Haerani Hambali
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS