Pemerintah Anjurkan Booster Kedua, Stok Vaksin di Wakatobi Terbatas

Wiwik Prihastiwi, telisik indonesia
Senin, 12 Juni 2023
0 dilihat
Pemerintah Anjurkan Booster Kedua, Stok Vaksin di Wakatobi Terbatas
Kadis Kesehatan Wakatobi, Muliaddin menuturkan, stok vaksin yang tersedia di Wakatobi terbatas. Foto: Wiwik Prihastiwi/Telisik

" Satgas penanganan COVID-19, mengeluarkan surat edaran mengenai penerapan protokol kesehatan pada masa transisi endemi COVID-19 "

WAKATOBI, TELISIK.ID - Satgas penanganan COVID-19, mengeluarkan surat edaran mengenai penerapan protokol kesehatan pada masa transisi endemi COVID-19.

Berdasarkan Surat Edaran Satgas Nomor 1 Tahun 2023 yang ditetapkan, Jumat (9/6/2023). Pemerintah secara resmi mencabut aturan wajib pakai masker terhadap masyarakat.

Dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat. Dianjurkan untuk melakukan vaksinasi sampai booster kedua atau dosis keempat.

Baca Juga: 83 Calon Jemaah Haji Wakatobi Diminta Jaga Kesucian Kota Madinah

Hal tersebut tertuang dalam poin E angka 1 huruf a. "Dianjurkan tetap melakukan vaksinasi COVID-19 sampai dengan booster kedua atau dosis keempat, terutama bagi masyarakat yang memiliki risiko tinggi penularan COVID-19." Tertulis dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Suharyanto, Jumat (9/6/2023).

Kepala Dinas Kesehatan Wakatobi, Muliaddin menerangkan, anjuran vaksinasi sampai booster kedua sudah sejak dulu dilaksanakan di Kabupaten Wakatobi. Melihat pentingnya booster kedua dalam penanganan COVID-19 secara optimal.

Baca Juga: Hadirkan Chef Laode, Dinas Perikanan Wakatobi Adakan Cooking Class

"Anjuran ini sudah lama dilakukan. Hanya kesadaran masyarakat yang kurang dan ketersediaan vaksin di Wakatobi yang masih terbatas," ujarnya.

Sementara Kepala Puskesmas Wangi-Wangi Selatan, Suchmawati menuturkan, saat ini stok vaksin booster 1 ataupun booster 2 habis.

"Banyak juga masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi. Hanya saja ketersediaan stoknya tidak ada. Sudah berapa bulan stoknya habis. Jadi masyarakat tidak bisa melakukan vaksinasi booster 1 ataupun booster 2," tutur Suchmawati. (B)

Penulis: Wiwik Prihastiwi

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga