adplus-dvertising

Pemerintah Monitoring Strain Virus Corona Baru B117 di Pintu Masuk

Marwan Azis, telisik indonesia
Rabu, 03 Maret 2021
995 dilihat
Pemerintah Monitoring Strain Virus Corona Baru B117 di Pintu Masuk
Jubir Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito. Foto: Ist.

" Besar kemungkinan kenaikan kasus global ini terjadi, karena disiplin protokol kesehatan di banyak negara mulai mengendur karena terlena dengan kedatangan vaksin. "

JAKARTA, TELISIK.ID - Merespon penyebaran mutasi virus Corona baru B117 yang pertama kali ditemukan di Inggris, Pemerintah gerak cepat.

Pemerintah Indonesia melalui Satgas Penanganan COVID-19, akan melakukan monitoring dan evaluasi terkait ditemukannya strain virus baru Corona yakni, B117 di Indonesia.

Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menegaskan, pemerintah telah melakukan penjagaan di pintu masuk Indonesia dengan surveilans terhadap pelaku perjalanan internasional.


"Saat ini, pemerintah sudah melakukan surveilans kedatangan dari luar negeri untuk mencegah masuknya strain COVID-19 di pintu masuk Indonesia. Selanjutnya, merupakan tanggungjawab kita semua mencegah penularan terjadi di masyarakat dengan disiplin melakukan protokol kesehatan," kata Wiku dalam keterangan pers yang diterima Telisik.id, Rabu (3/3/2021).

Kata dia, Satgas sendiri dalam menetapkan kebijakan pelaku perjalanan internasional, selalu berusaha adaptif dengan situasi dan kondisi yang ada, termasuk perubahan kebijakan jika diperlukan.

Baca juga: Dua Warga Karawang Terpapar Virus Corona Mutasi Baru B117

Saat ini pun, upaya yang akan dilakukan ialah untuk mencegah penularan strain virus baru di tengah-tengah masyarakat.

Untuk itu, masyarakat diminta tidak memandang vaksin sebagai solusi mutlak mengatasi pandemi. Meskipun vaksin memang dapat menyelamatkan nyawa, namun perubahan perilaku harus menjadi fondasi utama menghentikan penularan virus COVID-19 di Indonesia.

Ia meminta semua pihak waspada, karena berdasarkan analisa terakhir dari World Health Organization (WHO) menyebutkan, adanya kenaikan kasus di 4 benua, yaitu benua Amerika, Asia Tenggara, Eropa dan Mediterania Timur.

Hal ini sangat disayangkan mengingat seminggu sebelumnya WHO menyatakan bahwa infeksi baru COVID-19 telah turun di seluruh dunia selama 6 Minggu berturut-turut, atau pertama kalinya penurunan berkelanjutan sejak pandemi dimulai.

"Besar kemungkinan kenaikan kasus global ini terjadi, karena disiplin protokol kesehatan di banyak negara mulai mengendur karena terlena dengan kedatangan vaksin," tuturnya.

Menurutnya, disiplin protokol kesehatan harus terus digalakkan. Dan penanganan COVID-19 di Indonesia hanya dapat dilakukan maksimal apabila seluruh elemen masyarakat bersedia bahu membahu menjadi bagian dari solusi penanganan pandemi. (C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Baca Juga