Pencurian Sapi di Bombana Masih Terjadi, Terakhir 7 Ekor di Desa Laea dengan Kerugian Rp 60 Juta

Muhammad Israjab, telisik indonesia
Rabu, 22 April 2026
0 dilihat
Pencurian Sapi di Bombana Masih Terjadi, Terakhir 7 Ekor di Desa Laea dengan Kerugian Rp 60 Juta
Sapi ternak milik kakak beradik di Desa Laea, Kecamatan Poleang Selatan, Kabupaten Bombana, sebelum dicuri. Foto: Ist.

" Pencurian menimpa peternak sapi di Desa Laea, Kecamatan Poleang Selatan, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) "

BOMBANA, TELISIK.ID - Pencurian menimpa peternak sapi di Desa Laea, Kecamatan Poleang Selatan, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Korbannya adalah kakak dan adik, NU dan NA, yang kecurian tujuh ekor sapi ternak dari kandang dekat perkebunan milik mereka.

Korban bersama keluarganya sempat mencari ketujuh hewan ternak mereka, namun tak kunjung membuahkan hasil.

Baca Juga: Edukasi PHBS di Totobo, PT Vale dan Puskesmas Pomalaa Dorong Warga Lebih Peduli Cegah TBC

Anak salah satu korban, Tifa, membenarkan kejadian ini. Ia pun mengaku bahwa pihak keluarga sudah mencari ketujuh ekor sapi di sekitar rumah tetangga tapi tidak ditemukan.

“Tujuh ekor hilang sapinya mamaku sama tanteku, sudah dicari," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).

Sapi hilang saat berada di kebun yang sekaligus dijadikan kandang oleh si pemilik.

"Itu kebun dijadikan kandang, dipagar keliling, dicari di luar kandang juga tidak ada," tambah Tifa.

Kejadian ini bukan kali pertama. Menurut Tifa, hal serupa sudah pernah terjadi. Tetapi kejadian baru-baru ini kerugiannya lebih besar hingga mencapai Rp 60 juta.

Sapi ternak yang dicuri ini termasuk sapi lokal, dengan harga ditaksir Rp 8 juta hingga Rp 10 juta per ekor.

Baca Juga: Bank Sultra Raih Predikat Sangat Baik di Ajang The Asian Post Awards 2026

"Sering kasihan hilang. Tapi ini sekaligus tujuh ekor. Kalau ditaksir (Rp) 60 jutaan kerugiannya," kata Tifa, sambil menyebut pencurian yang dialami terjadi pada awal April 2026.

Tifa tetap berharap pelakunya pencurian tujuh ekor sapi milik keluarganya bisa tertangkap.

"Meresahkan dan merugikan, kalaupun sudah dijual, kami harap pembelinya bisa menginfokan identitas penjual," harap Tifa.  (C)

Penulis: Muhammad Israjab

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga