Pengganti Ujian Nasional, 81 SMP di Muna Ikut ANBK

Sunaryo, telisik indonesia
Senin, 18 September 2023
0 dilihat
Pengganti Ujian Nasional, 81 SMP di Muna Ikut ANBK
Kadikbud Muna, Rahmat Raeba bersama Kepala SMPN 1 Raha, Jumadi Safani memantau pelaksanaan ANBK. Foto: Sunaryo/Telisik

" Sebanyak 81 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Muna, mulai mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) "

MUNA, TELISIK.ID - Sebanyak 81 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Muna, mulai mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muna, Rahmat Raeba menerangkan, ANBK merupakan pengganti ujian nasional. Di mana, ANKB dirancang untuk mengevaluasi pendidikan serta meningkatkan mutu,  melihat input proses dan ouput hasil pembelajaran.

Untuk peserta, tiap sekolahnya terdiri dari 50 orang. Terdiri dari 45 peserta dan 5 cadangan.

Baca Juga: Mobil Masuk Jurang, Siswa TK di Muna Selamat

"ANBK dilaksanakan dua tahap yang dimulai 18-21 September. Tahap pertama diikuti 70 sekolah," kata Rahmat, Senin (18/9/2023).

Mantan Kadispora itu menerangkan, tujuan ANBK untuk mengembalikan tujuan utama satuan pendidikan, yakni pengembangan kompetensi dan karakter siswa. Melalui asesmen itu pula memberikan gambaran tentang karakteristik esensial sebuah satuan pendidikan yang efektif.

"Melalui asesmen nasional, diharapkan dapat mendorong mutu pembelajaran di satuan pendidikan," harapnya.

Ada tiga instrumen dalam peniliaian ANBK. Pertama, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur literasi membaca dan literasi matematika (numerasi) murid.

Lalu, survei karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid. Kemudian, survei lingkungan belajar yang mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan.

Baca Juga: Jaksa Sasar Proyek PLTS di Dinkes Muna

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Raha, Jumadi Safani menerangkan, siswanya yang mengikuti ANBK sebanyak 47 orang. Dua di antaranya merupakan cadangan. Peserta itu dipilih langsung oleh Kemendikbud melalui Dapodik.

"Pesertanya diacak tiap kelas," timpalnya.

Dalam menghadapi asesmen, pasca nama peserta ditetapkan, pihaknya lalu melakukan pembimbingan terhadap materi literasi dan numerasi.

"Sebelum pelaksanaannya, kita lakukan pemantapan," tukasnya. (B)

Penulis: Sunaryo

Editor: Kardin 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Artikel Terkait
Baca Juga