Pertama di Dunia Kecerdasan Buatan Rancang Vaksin, Berhasil Diuji pada Manusia
Merdiyanto , telisik indonesia
Minggu, 21 Juni 2026
0 dilihat
Kecerdasan buatan (AI) berhasil merancang vaksin dan telah berhasil melewati uji coba awal pada manusia. Foto: Repro halodoc
" Sebuah vaksin yang komponen utamanya (antigen) dirancang sepenuhnya oleh kecerdasan buatan (AI) telah berhasil melewati uji coba awal pada manusia "

CAMBRIDGE, TELISIK.ID - Para ilmuwan dari Universitas Cambridge, Inggris, mengumumkan terobosan bersejarah di bidang kedokteran.
Untuk pertama kalinya, sebuah vaksin yang komponen utamanya (antigen) dirancang sepenuhnya oleh kecerdasan buatan (AI) telah berhasil melewati uji coba awal pada manusia.
Vaksin eksperimental ini, dikembangkan oleh tim peneliti Cambridge bersama perusahaan spin-out DIOSynVax, dirancang sebagai vaksin universal untuk melindungi terhadap seluruh keluarga coronavirus (sarbecovirus).
Termasuk SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, virus SARS asli, serta varian-varian masa depan yang belum muncul, dilansir dari sciencedaily.com, Sabtu (20/6/2026).
Bagaimana AI Merancang Vaksin Ini?
Tim peneliti menggunakan AI dan machine learning untuk menganalisis data dari wabah virus corona di masa lalu dan sekarang.
AI kemudian merancang "super-antigen", sebuah antigen super yang menargetkan bagian-bagian virus yang paling konsisten dan penting untuk kelangsungan hidup virus.
Baca Juga: Keunikan Reproduksi Ikan Anglerfish: Saat Jantan Menjadi 'Parasit Seksual' Selamanya
Pendekatan ini berbeda dari vaksin tradisional yang biasanya menargetkan satu strain virus tertentu.
Vaksin ini menggunakan teknologi DNA plasmid dan diharapkan bisa memberikan perlindungan luas terhadap ribuan varian virus sekaligus, termasuk potensi ancaman pandemi baru.
Profesor Jonathan Heeney dari Universitas Cambridge menyatakan bahwa ini adalah kali pertama antigen yang dirancang sepenuhnya oleh AI diuji pada manusia.
"Teknologi ini sungguh mengejutkan kami semua, dan luar biasa apa yang bisa kita lakukan dengan AI demi kebaikan umat manusia," ujarnya, seperti dikutip dari bbc.com, Sabtu (20/6/2026).
Hasil Uji Coba Manusia
Dalam uji klinis fase awal yang melibatkan 39 relawan sehat, vaksin terbukti aman dan dapat ditoleransi dengan baik.
Vaksin mampu merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi yang mengenali berbagai jenis sarbecovirus. Efek samping dilaporkan minimal.
Baca Juga: Keunikan Burung Dipper: Si Penyelam yang Bisa Berjalan di Dasar Sungai Deras
Meski hasil awal ini menjanjikan, penelitian masih perlu dilanjutkan ke fase uji coba yang lebih besar untuk membuktikan efektivitas jangka panjangnya.
Dampak bagi Masa Depan
Terobosan ini berpotensi mengubah paradigma pengembangan vaksin dari reaktif menjadi proaktif, mencegah pandemi sebelum terjadi. Teknologi serupa juga bisa diterapkan untuk virus lain seperti Ebola di masa depan.
Para ahli melihat ini sebagai langkah besar menuju vaksin "future-proof" yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih luas perlindungannya dibandingkan metode konvensional. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS