KENDARI, TELISIK.ID - Kabupaten Bombana akan menjadi pusat perhatian budaya dan pariwisata, melalui Festival Adat Maronene Hukaea Laea, yang akan digelar di Kecamatan Lantari Jaya, 4 hingga 5 September 2024 mendatang, direncanakan digelar oleh Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara.
Untuk itu Telisikers, mari mengenal Suku Moronene, salah satu dari empat suku besar di Sulawesi Tenggara selain suku Tolaki, Buton, dan Muna, seperti dikutip dari Wikipedia.org.
Menurut Antropolog Universitas Halu Oleo, Kendari, Sarlan Adi Jaya, Suku Moronene adalah suku asli pertama yang mendiami wilayah tersebut. Meskipun begitu, pamor suku Moronene kalah dibanding suku Tolaki karena pada abad ke-18 erajaan suku Moronene kalah dari kerajaan suku Tolaki.
Secara etimologi, istilah "Moronene" berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Moronene, yaitu "moro" yang berarti "serupa" dan "nene" yang berarti "resam" (sejenis tumbuhan paku yang hidup mengelompok).
Baca Juga: Melihat Keindahan Panorama dan Potensi Wisata Konawe Melalui Even Jelajah Alam
