BAUBAU, TELISIK.ID - Pesta adat kasambu-sambu hingga kini masih menjadi tradisi masyarakat Buton yang dilaksanakan setiap tahun setelah hari raya Idul Fitri sebagai ajang silaturahmi di Kelurahan Kolese, Kecamatan Lia-lia, Kota Baubau.

Kasambu- sambu, artinya suap menyuap untuk menyambut para perantau yang pulang ke kampung halaman sekaligus ajang pencarian jodoh antara masyarakat yang memiliki waktu dan rezeki untuk menghadirkan tamu. Dalam prosesnya ada prosesesi mengucapkan kata tompalaijo, artinya memberi suap atau makan kepada tamu yang telah hadir.

Rangkaian acaranya yaitu memberikan pengalungan bunga kepada Walikota Baubau, diiringi tarian mangaru (tari perang) yang menandakan sebuah perlindungan yang diberikan oleh masyarakat Kolese kepada tamu yang hadir dalam rangka kegiatan Kasambu-sambu, selanjutnya melempar sapu tangan artinya jika ada gadis yang disuka dalam pesta adat kasambu-sambu bisa melemparkan sapu tangan tersebut.

Baca Juga: Pj Bupati Muna Barat dan Buton Tengah Fokus Tuntaskan Pembangunan Perkantoran

Menurut panitia penyelenggara, Syarifudin Karim, pesta adat kasambu-sambu dimulai berdirinya kampung Kolese pada masa lampau dan dicoba prakarsai oleh tokoh masyarakat, para kepala kampung dulu mencoba menggali potensi kearifan lokal ini sehingga proses pelaksanaan kasambu-sambu hingga saat ini masih tetap berjalan sesuai harapan.