MUNA BARAT, TELISIK.ID - Pasca 6 hari wafatnya Nafatul Rahman, bocah 5 tahun yang meninggal karena tersengat listrik, di Desa Bakeramba Kecamatan Kusambi, Muna Barat, pihak PLN akhirnya menyambangi rumah duka, Jumat (13/5/2022) kemarin.

Meski demikian, pihak keluarga sempat merasa kesal, sebab pihak PLN dinilai lamban dan tidak menghargai waktu, sehingga, nanti Jumat kemarin, pihak PLN baru sempat mendatangi rumah duka.

Paman dari korban tersengat listrik, Syarif, menceritakan kronologi naas yang menimpa keponakannya, di mana pada 7 Mei 2022, Nafatul Rahman sedang bermain di halaman rumahnya, saat bocah tersebut ke parit untuk mengambil batu, tetapi terhalang kabel yang jatuh dari tiang listrik, sehingga bocah tersebut memindahkan kabel itu, namun naas ia tersengat listrik dari kabel telanjang bertegangan tinggi.

Syarif juga mengakui sempat merasa kesal terhadap pihak PLN yang lamban serta mengulur waktu dengan kejadian ini, sebab setelah kejadian pihak keluarga korban, sempat ke unit PLN Kusambi untuk melaporkan peristiwa naas itu dan pihak PLN janji akan datang ke rumah duka.

"Janji itu tidak ada pembuktian, nanti hari Jumat kemarin, orang tua korban mengatakan selepas Jumat, pihak PLN akan menyambangi rumah duka," tuturnya, Sabtu (14/5/2022).