Pilu, Pengakuan Seorang Ibu yang Anaknya Tenggelam di Baubau

Iradat Kurniawan, telisik indonesia
Jumat, 08 Oktober 2021
0 dilihat
Pilu, Pengakuan Seorang Ibu yang Anaknya Tenggelam di Baubau
Ibu Wa Ana yang anaknya tenggelam. Foto: Iradat/Telisik

" Bocah malang yang diketahui masih duduk di bangku kelas 1 di Baubau tersebut ditemukan mengapung tak bernyawa di areal jembatan batu. "

BAUBAU, TELISIK.ID - Suasana duka masih meliputi kediaman Almarhum MRD (7), tepatnya di Kelurahan Tomba, Kota Baubau.

Bocah malang yang diketahui masih duduk di bangku kelas 1 di Baubau tersebut ditemukan mengapung tak bernyawa di areal jembatan batu, pada Selasa (5/10/2021).

Dari ibu korban, Wa Ana ketika diminta wawancara oleh Telisik.id mengatakan, kepergian anaknya tersebut sangat tidak disangka-sangka.

"Saya tidak punya firasat apa-apa kalau anaknya secepat itu akan meninggal dunia. Malahan Selasa pagi itu saya sempat antar dia ke sekolahnya," ungkap Wa Ana, Jumat (8/10/2021).

Tapi memang anak tersebut, kata dia, selalu pulang terlambat alasannya karena selalu singgah di rumah temannya.

"Tapi hari itu tidak tau kenapa sudah tidak seperti biasanya karena selalunya paling jam 11 dia sudah pulang," tuturnya.

Di hari nahas tersebut, kemudian dia berusaha mencari tapi anaknya tidak ditemukan. Hingga ada tetangga yang datang menyampaikan bahwa almarhum ditemukan tenggelam.

"Kami tidak tau juga bagaimana awal kejadiannya sampai kemudian ibu guru almarhum datang membawa pakaian almarhum. Ia mengatakan bahwa anaknya ditemukan sudah meninggal dan pada waktu itu saya tidak ada di rumah karena sementara mencari almarhum," ungkapnya.

Namun menurut informasi, sempat ada yang lihat bahwa anak tersebut mandi di laut tapi tidak jelas juga di mana.

Baca juga: Loka Minaula Kendari dan Dinas Sosial Bombana Bantu 6 Bersaudara Yatim Piatu di Pulau Sagori

Baca juga: PDAM Muna Survei Calon Penerima Sambungan Air Bersih di Lima Desa

"Dicari-cari sampai di Pantai Kamali sampai di Kotamara, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan anak tersebut sempat ditanyakan di sekolah tapi anak itu katanya ngotot ingin pulang sendiri," katanya.

Wa Ana juga menyesalkan bahwa hari Selasa sebenarnya bukan shiftnya masuk sekolah tapi karena pelajaran olahraga gabungan maka ia pun izinkan.

"Aneh memang sebelum almarhum meninggal malamnya sempat saya dengar dia bicara-bicara sendiri katanya tidak sabar lagi mau masuk sekolah saya mau ketemu ibu guruku juga teman-temanku," kenangnya.

Mendengar kata anaknya itu, ia janji akan mengantarnya ke sekolah keesokan harinya.

"Kasian almarhum juga dulu ada kakaknya beberapa tahun yang lalu mengalami nasib yang sama, yaitu tenggelam juga," imbuhnya.

Selain itu, Wa Ana mengaku, beberapa hari sebelum meninggal anak tersebut seperti tidak betah tinggal di rumah. (C)

Reporter: Iradat Kurniawan

Editor: Fitrah Nugraha

Baca Juga