BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Lazimnya, pohon kurma tumbuh di padang pasir. Tapi di Desa Nggula-nggula, Kecamatan Siompu, Buton Selatan (Busel), sebatang pohon kurma tumbuh di padang tandus bebatuan.

Baca Juga: Sorot Pelaku Pungli, DPRD Minta Pelaku Disanksi Tegas

Pemilik pohon, Muh. Sidik, mengatakan, usia pohon yang buahnya menjadi makanan kegemaran Nabi Muhammad ini telah berusia lebih dari 10 tahun. Saat masih di pekarangan, pohon tersebut berjumlah dua pohon. Hanya karena sering dipegang dan dicabut oleh pengunjung yang ingin menyaksikan, satu pohon akhirnya mati sebelum berkembang.

"Awalnya ditanam di pekarangan rumah, karena dilihat sudah mengganggu kita pindahkan di kebun. Usianya belum satu tahun kita kasi pindah di kebun," ungkap Sidik saat dikonfirmasi belum lama ini.

Kata Sidik, bibit pohon ini diperoleh langsung dari tanah suci, Arab. Saat itu, kerabatnya pulang dari ibadah haji dan menghadiakan dia buah kurma. Sang adik, Sri Muliati lantas menanam kurma tersebut. Alhasil, pohon tersebut tumbuh berbuah meski tak setinggi pohon kurma yang ada di Arab dan wilayah Timur Tengah lainnya.