KENDARI, TELISIK.ID - Populasi satwa burung maleo dikhawatirkan semakin terancam akibat predator yang selalu mengintai, dan anoa yang perkembangbiakannya semakin stagnan.
Burung maleo yang merupakan satwa endemik khas Sulawesi ini, diperkirakan semakin terancam punah di Sulawesi Tenggara. Banyak faktor dominan penyebab terusiknya habitat satwa dilindungi tersebut, yakni illegal logging hingga pencurian telur.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara, melalui Seksi Pengendali Ekosistem Hutan Spesies Burung Maleo, Adi Adriyansah mengungkapkan bahwa populasi burung maleo yang semakin berkurang disebabkan tingginya angka pencurian telur dari kalangan masyarakat yang tidak bertanggung jawab.
"Untuk tahun lalu yang rilis itu sekitar 28 ekor. Tahun ini setelah saya sendiri yang turun langsung, agak turun sedikit sekitar 24 ekor. Penyebab turunnya, pertama itu pencurian telur, saya bilang sangat tinggi karena masyarakat mengawasi burungnya setelah pergi, diambilmi," bebernya.
Dikatakan, pemerintah sudah melakukan beberapa upaya untuk pelestarian satwa dilindungi dari ancaman kepunahan, dengan mengadakan sosialisasi dan patroli pengawasan, namun kesadaran dari masyarakat yang masih minim.
