Pria Ini Cabuli 30 Santri Lelaki Sesama Jenis, Dilakukan Sejak 2016 Tiap Malam

Ibnu Sina Ali Hakim, telisik indonesia
Sabtu, 12 Maret 2022
0 dilihat
Pria Ini Cabuli 30 Santri Lelaki Sesama Jenis, Dilakukan Sejak 2016 Tiap Malam
Tersangka pencabulan 30 santri RD (22), pemuda warga Tarakan Utara Kaltara yang mencabuli sekitar 30 santri ABG. Foto: Tribunjateng

" Seorang pemuda lecehkan 30 santri sesama jenis. Pelaku melancarkan aksinya tengah malam saat para korban tidur terlelap "

TARAKAN, TELISIK.ID - Seorang pemuda lecehkan 30 santri sesama jenis. Pelaku melancarkan aksinya tengah malam saat para korban tidur terlelap.

Melansir Todayline.me, kasus pelecehan sesama jenis terjadi di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Diketahui yang menjadi pelakunya pemuda 22 tahun berinisial RD. Sementara ada puluhan santri pondok pesantren yang menjadi korban.

Kini RD sudah ditahan oleh pihak kepolisian. Ia juga terancam dijerat 82 ayat (1) jo Pasal 76 E tentang perlindungan anak dengan pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Kasus ini berawal saat seorang santi kabur dari pondoknya yang terletak di wilayah Tarakan Utara.

Ia pulang ke rumah dan menceritakan apa yang dialaminya ke orangtua. Orangtua korban kemudian mendatangi pondok pesantren untuk mengadu. Ternyata saat itu didapati ada 4 santri yang juga menjadi korban.

Baca Juga: Pelaku Pengeroyokan Polisi di Kupang Resmi Ditahan

Kelima korban didampingi orangtuanya melapor ke Polsek Tarakan Utara. Polisi kemudian sudah mengamankan RD dan menahannya sejak Selasa (8/3/2022) malam.

Kapolsek Tarakan Utara, IPTU Kistaya membenarkan kasus ini. Ia mengatakan, ada 30 santri yang menjadi korban berusia antara 12 sampai 15 tahun.

"Perbuatan RD menurut para pelapor, dilakukan sejak 2016. Sampai hari ini, ada sekitar 30 santri yang menjadi korbannya," urai Kistaya dilansir dari Tribunjateng.com

Kistaya melanjutkan penjelasannya, para korban dilecehkan pelaku dalam kurun waktu yang berbeda-beda.

Ada satu bulan lalu hingga sudah satu tahun kejadiannya. Sehingga lima orang korban diperiksa ini adalah mereka yang mengalami pelecehan seksual baru-baru ini oleh pelaku. Terungkap juga, RD bukanlah warga pondok pesantren.

Baca Juga: Penyerangan di Indomaret Lawata Kendari, Polisi Kejar Pelaku

“Jadi pelakunya bukan guru dan bukan santri. Dia memang biasa ibadah di masjid sana dan ibaratnya sudah menyatu dengan santri di sana,” ujar Kistaya.

Kistaya kemudian membongkar modus pelaku saat beraksi.

Meski bukan terdaftar sebagai santri, RD sudah dianggap sebagai santri senior oleh para santri cilik.

"Status dan pengakuan bahwa dia santri senior justru membuat dia melakukan perbuatan asusila."

"Alasan senioritas juga yang membuat korbannya segan dan tidak berani menceritakan aib yang dialaminya," lanjut Kistaya. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Kardin

Baca Juga