Program Mubazir PDAM Busel, Rumah Kosong Pun Dipasang Jaringan Air Bersih

Deni Djohan, telisik indonesia
Kamis, 01 Oktober 2020
0 dilihat
Program Mubazir PDAM Busel, Rumah Kosong Pun Dipasang Jaringan Air Bersih
Stiker program PDAM yang ditempel di rumah warga tanpa ada konfirmasi sebelumnya. Foto: Ist.

" Kalau menurut saya program ini mubazir, karena kami sudah punya air 24 jam. Kita mau butuh bagaimana lagi sedang air kita disini sudah termasuk air minum. Bahkan digunakan untuk usaha galon. "

BUTON SELATAN, TELISIK. ID - Pemasangan jaringan sambungan air bersih tanpa permohonan lebih dulu dari calon pelanggan, rupanya tidak hanya terjadi di Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan (Busel). Hal serupa juga terjadi di Desa Kaofe, Kadatua.

Kades Kaofe, Sumiah, mengatakan, dirinya telah menyampaikan kepada pihak PDAM bahwa masyarakat Desa Kaofe tidak lagi membutuhkan air bersih. Pasalnya, sejak tahun 2016 masyarakat telah menikmati air bersih 24 jam melalui program desa.

Ia juga mengaku tak mengetahui perolehan data terkait permohonan pemasangan sambungan jaringan air bersih yang dimiliki PDAM sehingga seluruh rumah dipasangi jaringan air PDAM.

"Tidak ada permohonan pemasangan dari warga. Bahkan waktu pertemuan di metro dulu saya sampaikan bahwa untuk Kaofe sudah tidak membutuhkan lagi. Makanya waktu pemasangan di Desa Kaofe saya pending. Saya sampaikan tidak usah dipasang di sini karena airnya disini sudah 24 jam. Tapi karena mungkin dalam perencanaan tertulis se-Pulau Kadatua, makanya biar disini dipasangkan juga," ungkap Sumiah saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2020).

Sebagai pemerintah desa, dirinya mengaku kebingungan dengan program ini. Pasalnya, kegiatan ini dinilai tumpang tindih dan terkesan mubazir. Tapi sebagai bawahan, dirinya tak bisa berbuat banyak mengingat kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah.

Baca juga: Bangun Pasar Modern, Bupati Buton Minta Bantuan Pemerintah Pusat

"Memang ada pihak PDAM yang pernah datang. Katanya, program ini sudah terlanjur masuk se-Pulau Kadatua. Sebagai bawahan saya tidak menolak, sebab jangan sampai dituding terkesan menghalangi program pemerintah. Tapi saya sampaikan, pasang saja asal tidak dibebankan sama masyarakat,," tegasnya.

Terkait dengan data, dirinya mengaku bila pemerintah kelurahan tak pernah menyetorkan data masyarakatnya ke PDAM. Tapi faktanya, seluruh rumah di Desa Kaofe disambungkan jaringan air bersih. Bahkan rumah tanpa penghuni juga disambungkan.

"Kalau menurut saya program ini mubazir, karena kami sudah punya air 24 jam. Kita mau butuh bagaimana lagi sedang air kita disini sudah termasuk air minum. Bahkan digunakan untuk usaha galon," tukasnya.

Saat di konfirmasi, Dirut PDAM Busel, Tamrin enggan berkomentar. Yang pasti, program kebutuhan air bersih melalui program hibah air minum perkotaan tahun 2020 untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kelurahan Majapahit, Batauga, telah ia putuskan menyusul adanya keluhan dari warga setempat yang tidak menerima adanya program tersebut. Pasalnya, warga Majapahit juga telah memiliki air bersih yang bersumber dari mata air gunung. (B)

Reporter: Deni Djohan

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Baca Juga