adplus-dvertising

Rusman Emba: Membangun Daerah Itu dengan Komitmen dan Doa

Sunaryo, telisik indonesia
Jumat, 23 Oktober 2020
1947 dilihat
Rusman Emba: Membangun Daerah Itu dengan Komitmen dan Doa
Warga menggandeng LM Rusman Emba menggunakan sepeda motor. Foto: Ist.

" Membangun daerah itu bukan hanya pikiran, tetapi komitmen dan disertai doa. "

MUNA, TELISIK.ID - Masa jabatan, LM Rusman Emba sebagai Bupati Muna tinggal setahun lagi.

Kini, pria yang kerap disapa RE itu tengah cuti selama 71 hari dikarenakan tampil kembali sebagai Calon Bupati (Cabup).

Setelah masa cutinya selesai, pada 5 Desember mendatang, RE akan kembali menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah.


RE mengaku, selama empat tahun pemerintahanya sejumlah program telah ditelurkan. Ibarat bangunan pondasi telah diletakan dan tinggal dilanjutkan. Nah, untuk itu, ia tetap komitmen untuk melanjutkan pembangunan yang sudah dirintis.

"Membangun daerah itu bukan hanya pikiran, tetapi komitmen dan disertai doa," kata RE di sela-sela kampanye tatap muka bersama warga Pasar Laino, Jumat (23/10/2020).

Suami Yanti Setiawati itu paham benar bahwa tugas kepala daerah itu sangat besar. Sehingga, tidak mungkin semua persoalan yang ada di daerah bisa diselesaikan sekaligus seperti membalik telapak tangan. Butuh waktu dan proses untuk semua itu.

Baca juga: Giona Nur Alam Ditunjuk Sebagai Ketua Sayap Perempuan Partai NasDem Sultra

"Pasti akan ada yang puas dan tidak. Tetapi, saya tetap komitmen menjaga amanah untuk membangun daerah dan mensejahterahkan masyarakat," ungkapnya.

Mantan senator DPD RI itu juga menyinggung soal Pasar Laino. Pertama katanya, persoalan di pasar awalnya telah selesai. Namun, seiring berjalanya waktu, jumlah pedagang terus bertambah yang awalnya 700 menjadi 1700. Akan tetapi itu tidak jadi  soal, ia akan berupaya menuntaskannya di Tahun 2021 nanti.  

"Di APBD 2021 kita anggarkan Rp 12 miliar untuk pembangunan tambahan kios," sebutnya.

Begitu juga dengan pembangunan water front city dan perluasan kawasan Motewe. Menurutnya, jangan hanya dianggap untuk penimbunan biasa. Akan tetapi, di water front city bukan untuk gagah-gagahan, melainkan akan dijadikan sebagai pusat kegiatan.

Sementara di kawasan Motewe akan dibangun satu gedung serba guna yang bisa menampung ribuan orang untuk kegiatan-kegiatan pertemuan regional maupun nasional.

"Jangan hanya lihat timbunannya, tapi nanti lihat hasilnya," pungkasnya. (B)

Reporter: Sunaryo

Editor: Kardin

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga