SD Negeri 9 Kendari Kekurangan Ruang Kelas dan Toilet, Siswa Terpaksa Belajar di Ruang Guru

Wa Ode Marfat, telisik indonesia
Kamis, 03 September 2026
0 dilihat
SD Negeri 9 Kendari Kekurangan Ruang Kelas dan Toilet, Siswa Terpaksa Belajar di Ruang Guru
Siswa di SDN 9 Kendari yang harus memakai ruangan guru untuk mengikuti proses belajar-mengajar karena kekurangan ruang kelas. Foto: Wa Ode Marfat/Telisik

" Kondisi fasilitas SD Negeri 9 Kendari masih memprihatinkan karena kekurangan ruang kelas "

KENDARI,TELISIK.ID — Kondisi fasilitas SD Negeri 9 Kendari masih memprihatinkan karena kekurangan ruang kelas. Sejumlah siswa terpaksa mengikuti proses belajar-mengajar di ruangan guru yang seharusnya digunakan untuk administrasi dan istirahat para pendidik.

Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada solusi permanen dari pihak terkait.

"Kami kekurangan ruang belajar. Jadi sebagian siswa harus belajar di ruangan guru. Ruangan itu sementara sedang kami gunakan bertahun-tahun untuk tempat belajar," ungkap Kepala SDN 9 Kendari, Amos Andreas, di sekolah yang dipimpinnya, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, keterbatasan ruang membuat kegiatan belajar tidak maksimal. Guru juga tidak bisa fokus membina siswa karena harus berbagi tempat dengan aktivitas administrasi sekolah.

"Anak-anak kami tidak mendapat perhatian maksimal seperti sekolah lain. Ruangannya terbatas, gurunya juga harus mengajar sambil memikirkan administrasi di tempat yang sama," lanjutnya.

Baca Juga: 18 Peserta Didik Desil 1 - 4 Ikuti Pendidikan Nonformal dan Vokasi Gratis di Sentra Meohai Kendari

Masalah lain yang tak kalah mendesak adalah kondisi toilet sekolah. Toilet yang ada di lingkungan SDN 9 saat ini sudah tidak layak pakai, termasuk kesulitan air bersih.

"Yang paling penting toilet kami saat ini tidak bisa digunakan. Kami susah air di sini. Jadi anak-anak dan guru harus menumpang toilet di sekolah sebelah. Itu sudah kami lakukan selama bertahun-tahun," tuturnya.

Amos mengaku khawatir dengan dampak kesehatan yang bisa ditimbulkan. Ia menyebut anak-anak sering menahan buang air karena jauh dan tidak nyaman ke sekolah sebelah.

"Kalau anak-anak menahan untuk buang air, lama-lama itu juga akan jadi penyakit. Ini yang kami khawatirkan. Seharusnya anak-anak bisa belajar dengan tenang, fasilitas dasar seperti toilet layak itu harus ada," harapnya.

Sebagai sekolah yang berada di pinggir poros jalan, Amos merasa SDN 9 sangat disayangkan jika terus luput dari perhatian. Lokasinya strategis, namun kondisinya jauh dari kelayakan.

"Sayang sekali sekolah seperti ini tidak mendapat perhatian. Kami berada di pinggir jalan, seharusnya bisa jadi contoh, tapi justru fasilitasnya sangat memprihatinkan," ujarnya.

Dalam 5 bulan terakhir, menurut Amos, baru satu perbaikan yang dilakukan pihak sekolah secara swadaya, yaitu perubahan pada pagar sekolah.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Terpadu 2 Kendari Masih Krisis Jaringan Internet Meski Punya Fasilitas Lengkap

"Lima bulan terakhir yang sudah diperbaiki baru pagar yang diubah. Sementara itu di dalam ruangan kami sangat memprihatinkan kondisinya. Meja kursi sudah tua, atap bocor saat hujan, dan sirkulasi udara kurang," tambahnya.

Ia berharap pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan Kota Kendari segera turun tangan untuk membantu. Menurutnya, penambahan ruang kelas baru dan pembangunan toilet yang layak adalah kebutuhan mendesak agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan normal.

"Kami tidak minta banyak. Cukup ruang kelas tambahan dan toilet yang bisa digunakan anak-anak. Itu saja dulu. Biar anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan sehat," harap Amos. (C)

Penulis: Wa Ode Marfat

Editor: Mustaqim

Baca Juga