JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah telah mewacanakan pelonggaran PSBB setelah Idul Fitri 1441 Hijriah. Tak hanya itu, Pemerintah juga sering gunakan idiom 'new normal' agar masyarakat siap untuk hidup berdampingan dengan COVID-19.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Fraksi PKS Sukamta menyarankan agar pemerintah harusnya jujur sampaikan situasi, dan kondisi yang ada saat ini. Hal ini mengingat berbagai wacana yang muncul dari pemerintah seakan-akan situasi sudah semakin membaik, sehingga direspon masyarakat dengan mulai longgarkan aktivitas.
"Belum lama ini (21/05/2020) Pak Wapres sampaikan permintaan maaf karena virus Corona bukan sesuatu yang mudah dihadapi. Dalam suasana Idul Fitri tentu kita semua memaafkan. Tetapi tidak cukup hanya minta maaf, yang terpenting pemerintah harus jujur kepada rakyat," kata Sukamta lewat keterangan tertulisnya yang diterima telisik.id di Jakarta, Kamis (28/5/2020).
"Saat ini protokol beradaptasi dengan tatanan normal baru sudah diterbitkan Kemenkes, pak Presiden juga sudah minta agar ada sosialiasi secara masif terhadap protokol ini, kan sudah jelas arahnya ke depan pelonggaran PSBB. Mestinya pemerintah jelaskan secara jujur, benarkah situasi penanganan COVID-19 saat ini sudah semakin terkendali atau wacana 'new normal' ini hanya sebagai kedok untuk menutupi ketidakmampuan pemerintah tangani COVID-19," sambungnya.
Baca juga: Lanal Kendari Rapid Tes pada Penggunaan Jasa Pelabuhan
