adplus-dvertising

Situs TribrataNews Polres Konawe Dihack, Ini Faktanya

Aris Syam, telisik indonesia
Jumat, 14 Januari 2022
223 dilihat
Situs TribrataNews Polres Konawe Dihack, Ini Faktanya
Kabag Ops Polres Konawe, Kompol Bayu Laras Tutuka. Foto: Ist

" Ulah para hacker semakin meresahkan dan nekat. Membobol website tribratanews.konawe.polri.go.id "

KONAWE, TELISIK.ID - Ulah para hacker semakin meresahkan dan nekat. Kali ini, hacker yang menamakan dirinya /W4D3R 1337 Ft Anon7 membobol website tribratanews.konawe.polri.go.id yang dikelola Polres Konawe.

Diketahui Website tersebut digunakan untuk wadah informasi kegiatan dan program yang dilakukan Polres Konawe.

Dari pantauan Telisik.id, ketika situs tersebut diakses, tampilan situsnya berubah menjadi latar putih dengan tuliskan besar HACKED dengan runningan teks "DISURUH SEMBUH DARI NEGARA YANG SAKIT", Jumat (14/1/2022).


Kabag Ops Polres Konawe, Kompol Bayu Laras Tutuka, ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

"Kita sudah laporkan ke pimpinan dan sedang ditelusuri," kata Bayu saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Humas Polres Konawe, Usman mengatakan, peretasan website tribratanews.konawe.polri.go.id itu sudah berlangsung lama.

"Websitenya dihack sejak 29 Desember 2021," ungkapnya.

Hingga berita ini diterbitkan Website tribratanews.konawe.polri.go.id masih di hack.

Berikut isi pesan yang dituliskan hacker tersebut:

UNTUK NEGARAKU TERCINTA INDONESIA

Keep Doing Good Even If They Don't Do Good To You !!!

Mengapa Saya lakukan ini?, Karena Saya Cinta Tanah Air! Ketahuilah Pak, Bahwa jika ada rakyat baik yang mengkritik atau mengusulkan sesuatu kepada pemerintah dan itu bertujuan untuk melindungi bangsa dari jahatnya negara luar, membuat masyarakat menjadi lebih baik, dan isi kritikan itu juga tidak bertentangan dengan aturan agama dan UUD 1945 Maka mereka adalah sebenar2nya termasuk orang yang cinta tanah air!

Belakangan ini banyak sekali kejahatan seksual berupa pemerkosaan, zina, begal payudara, pencabulan, berbuat mesum, dll. Mengapa demikian bisa terjadi? karena adanya tontonan pronografi, iklan2 porno, situs2 porno, dan aplikasi hiburan yang mengandung unsur sexy.

Apalagi saat musim corona ini banyak anak dibawah umur yang tak lepas dari hp mereka tentu orangtua tidak mungkin mengawasi mereka 24 jam, mungkinkah mereka menonton video porno?, kemungkinan bisa saja terjadi. Sebanyak apapun pemerintah memblokir situs porno selama masih ada VPN (Virtual Private Network) maka orang dengan mudah melewatinya.

Adapun dosa dari perbuatan2 tersebut adalah besar!, dalam agama islam kami percaya bahwa Tuhan Allah SWT bisa marah karena banyaknya hamba yang melakukan maksiat, wujud daripada kemarahan tersebut adalah datangnya musibah berupa bencana. Dan jika semakin banyak orang berzina dan banyak datang bencana maka itu sudah sangat dekat dengan akhir zaman.

Baca Juga: Tega, Ibu Aniaya Anak Pakai Penggaris Besi dan Dipaksa Makan Cabai Rawit

Pornografi dan aplikasi hiburan mungkin juga bisa menjadi sebuah perpaduan kompleks untuk merusak generasi muda. Untuk itu saya disini mewakili generasi tua diluar sana ingin mengadu kepada pemerintah terkait masalah ini. Menurut Saya perlu adanya kerjasama antara para menteri yang terhormat terkait masalah ini. Saya juga mengusulkan kepada pemerintah untuk :

1. Blokir Aplikasi VPN dan situs2 penyedia VPN beserta antek2nya.

2. Blokir semua situs porno, dan kalau bisa tangkap si pembuat situs.

3. Kurangi aplikasi hiburan dan perketat peraturan dan kebijakan aplikasi serta menindak tegas kepada pelaku pornografi.

Saya berpesan kepada aparat keamanan, dan masyarakat untuk tidak lengah dan tidak bosan selalu menindak tegas pelaku mesum diluar sana, karena mereka telah melanggar aturan tuhan!, jika Anda menindak tegas mereka, insyaallah anda dapat pahala. ingat wahai pemerintah yang terhormat bahwa aplikasi2 tersebut sama sekali bukan termasuk budaya Indonesia!,

maka dari itu pemerintah harus berani ambil resiko atas diblokirnya aplikasi tersebut karena resiko di blokirnya aplikasi tersebut tidak sebanding dengan resiko yang akan di tanggung generasi muda yang akan datang, aplikasi2 itu tidak ada2 apa2nya dengan masa depan generasi muda yang baik, berbudaya, bernorma, berakhlak mulia, dan cinta tanah air.

Baca Juga: Masuk DPO Kasus Pencabulan, Anak Kiai Jombang Terancam Dijemput Paksa Polisi

Indonesia mayoritas penduduknya adalah islam, tapi ada juga yang hanya islam untuk ktpnya saja tapi bukan islam sejati, dan malahan kemarin juga banyak para ulama yang meninggal, dalam islam ini jelas merupakan tanda2 akhir zaman, untuk itu saya sangat berharap pemerintah benar2 mengerti semua yang telah sampaikan diatas ini. Atas perhatiannya sekian dan Terimakasih.

Greetz _<

Jawa Tengah Xploit # AnonSec Team # Bomber Cyber Army # Pancasila Cyber Team # Hunter Force Xploit # ALL TEAM & MY FRIENDS. (B)

Reporter: Aris Syam

Editor: Kardin

Baca Juga