Skripsi dan Ijazah Palsu Jokowi Bertuliskan Times New Roman 1985 Dipatahkan, Begini Penjelasan Akademiknya

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Sabtu, 22 Maret 2025
0 dilihat
Skripsi dan Ijazah Palsu Jokowi Bertuliskan Times New Roman 1985 Dipatahkan, Begini Penjelasan Akademiknya
Arsip Jokowi saat berkuliah di UGM dan diwisuda tahun 1985. Foto: Repro Humas UGM dan Koleksi Dok. Frono Jiwo.

" Frono Jiwo, teman seangkatan Joko Widodo di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), memberikan klarifikasi terkait tuduhan ijazah dan skripsi palsu "

JAKARTA, TELISIK.ID - Frono Jiwo, teman seangkatan Joko Widodo di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), memberikan klarifikasi terkait tuduhan ijazah dan skripsi palsu.

Tuduhan ini mencuat setelah mantan dosen Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar, menyebutkan adanya kejanggalan pada dokumen akademik Joko Widodo.

Frono menegaskan bahwa dirinya dan Joko Widodo masuk kuliah bersama pada 1980 dan diwisuda pada 1985. Hal ini membuktikan bahwa Jokowi benar-benar kuliah di UGM. Selain itu, Frono juga memastikan bahwa tampilan ijazahnya sama dengan milik Jokowi.

Terkait tuduhan penggunaan font Times New Roman pada sampul skripsi dan lembar pengesahan, UGM menegaskan bahwa di era 1980-an sudah umum menggunakan font serupa. Pihak fakultas menjelaskan bahwa sampul skripsi dicetak di percetakan sekitar kampus.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, menyampaikan bahwa klaim Rismon tidak memiliki dasar yang kuat. Menurutnya, seluruh mahasiswa Fakultas Kehutanan pada era tersebut menggunakan mesin ketik untuk mengetik isi skripsi.

“Kita sangat menyesalkan informasi menyesatkan yang disampaikan oleh seorang dosen yang seharusnya bisa mencerahkan dan mendidik masyarakat dengan informasi yang bermanfaat,” kata Sigit, dalam siaran pers UGM, dikutip telisik.id, Sabtu (22/3/2025).

Baca Juga: Ijazah Palsu Jokowi di UGM Kembali Heboh, Netizen Gunjingkan Font Times New Roman 1985

Sigit menegaskan bahwa penggunaan font Times New Roman atau yang serupa sudah tersedia di beberapa percetakan sekitar kampus UGM. Bahkan, beberapa tempat cetak seperti Prima dan Sanur sudah melayani pencetakan sampul skripsi sejak lama.

“Fakta adanya mesin percetakan di Sanur dan Prima juga seharusnya diketahui yang bersangkutan karena yang bersangkutan juga kuliah di UGM,” tegasnya.

Frono Jiwo juga menegaskan bahwa dirinya mengalami proses akademik yang sama dengan Joko Widodo. Menurutnya, seluruh mahasiswa Fakultas Kehutanan pada tahun tersebut menggunakan mesin ketik untuk menyusun skripsi.

“Pembuatan skripsi semua pakai mesin ketik. Kalau sampul, lembar pengesahan, penjilidan skripsi semua di percetakan,” tambahnya.

Selain itu, Frono dan Joko Widodo bahkan pernah bekerja di perusahaan yang sama setelah lulus kuliah. Keduanya diterima bekerja di PT Kertas Kraft Aceh (Persero) bersama almarhum Hari Mulyono, adik ipar Jokowi.

“Kami bertiga, Pak Jokowi, saya dan almarhum Hari Mulyono, bareng-bareng masuk kerja,” ujar Frono.

Namun, Jokowi hanya bertahan dua tahun di perusahaan tersebut sebelum mengundurkan diri karena istrinya, Iriana, tidak betah tinggal di basecamp yang berada di tengah hutan pinus di Aceh Tengah.

Sementara itu, Ketua Senat Fakultas Kehutanan UGM, San Afri Awang, juga menyesalkan adanya tuduhan yang tidak berdasar. Menurutnya, banyak mahasiswa yang memilih mencetak sampul skripsi di percetakan sekitar kampus, termasuk dirinya sendiri.

“Saya masih ingat waktu saya buat cover (skripsi), lari ke Prima. Di zaman itu sudah ada tempat cetak sampul yang terkenal, Prima dan Sanur,” ujarnya.

San Afri juga menyatakan bahwa tuduhan terkait penggunaan font tertentu tidak memiliki dasar yang kuat. Menurutnya, di sekitar UGM sudah ada jasa pengetikan yang menggunakan komputer IBM PC untuk mengolah data statistik.

Guru Besar Hukum Pidana UGM, Marcus Priyo Gunarto, menilai tuduhan Rismon harus dapat dibuktikan secara hukum. Menurutnya, ada dua kategori pemalsuan dalam hukum pidana, yaitu membuat palsu dan memalsukan.

Baca Juga: Trending Isu Gibran Ijazah Palsu, Gibran: Saya Pesanin Tiket ke Singapura

“Itu namanya membuat palsu,” tegasnya.

Marcus menjelaskan bahwa membuat palsu berarti dokumen tersebut tidak pernah ada sebelumnya, sementara memalsukan berarti mengubah dokumen yang sebelumnya ada. Kedua tindakan tersebut merupakan tindak pidana.

Ia juga menegaskan bahwa data akademik Joko Widodo di Fakultas Kehutanan UGM sangat lengkap. Mulai dari daftar mata kuliah, ujian, yudisium, hingga berita acara wisuda.

“Yang bersangkutan pernah wisuda, dan ada berita acara yang menunjukkan peristiwa tersebut, maka ijazah memang pernah ada,” katanya.

Marcus menekankan bahwa skripsi dan ijazah Joko Widodo bukan satu-satunya yang menggunakan font serupa Times New Roman. Menurutnya, banyak dokumen akademik pada era tersebut yang memiliki tampilan serupa.

“Apakah kemudian yang memiliki kemiripan, lalu dianggap palsu semua? Itu kesimpulan bukan seorang akademisi,” katanya. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga