adplus-dvertising

Spirit Doll, Fenomena Kemunduran Peradaban

Wa Ode Umratul Khazanah, telisik indonesia
Minggu, 09 Januari 2022
573 dilihat
Spirit Doll, Fenomena Kemunduran Peradaban
Spirit doll atau boneka arwah yang diyakini dapat membawa keberuntungan. Foto: repro jpnn.com

" Fenomena maraknya spirit doll atau boneka arwah yang diyakini sebagai pembawa keberuntungan "

KENDARI, TELISIK. ID - Fenomena maraknya spirit doll atau boneka arwah yang diyakini sebagai pembawa keberuntungan, tengah melanda kalangan publik figur Indonesia.

Mulanya, boneka ini diperkenalkan oleh seorang designer papan atas Ivan Gubawan, melalui media sosial miliknya, dan sukses menyita perhatian khalayak ramai.

Tak hanya Ivan Gunawan, sejumlah artis lainnya juga terang-terangan mengaku mengasuh boneka tersebut, diantaranya Celine Evangelista, Soimah, Ruben Onsu, Sarwendah, dan Nora Alexandra. 


Mereka memperlakukan boneka ini layaknya seperti bayi manusia, digendong, diberi makan, dimandikan dan sebagainya.

Konon katanya, spirit doll atau boneka arwah ini, proses pembuatannya sama seperti boneka biasa. Hanya saja, boneka arwah dipercaya telah diisi oleh roh mulia, yang berasal dari arwah bayi yang meninggal karena prematur.

Selain itu, boneka ini dipercaya dapat membawa keberuntungan atau hoki bagi yang memilikinya.

Seorang ulama dan muballigh Kendari, Yuslan Asis angkat bicara soal ini. Dengan lantang, Yuslan mengatakan, fenomena ini sebagai tanda kerusakan aqidah atau keyakinan terhadap Tuhan bagi seorang muslim.

"Ini jelas adalah keyakinan yang salah," tegas Yuslan saat dimintai tanggapan oleh telisik.id, Minggu (9/1/2022).

Pasalnya, meyakini sesuatu selain tuhan sebagai pembawa keberuntungan, pembawa rezeki adalah sebuah kemusyrikan atau penistaan terhadap tuhan, dan merupakan sesuatu yang tidak masuk akal.

Selain itu, Yuslan juga memandang boneka arwah yang diyakini telah diisi dengan arwah atau roh bayi yang meninggal karena prematur, adalah sebuah kebodohan.

Roh sesorang yang telah meninggal dunia tidak memiliki sangkut paut lagi dengan kehidupan di dunia. Mereka sudah memasuki alam barzah, dan tak mungkin kembali membersamai manusia di bumi dalam bentuk apapun.

Ia menjelaskan, ada sebuah dinding atau sekat antara dunia dan alam barzah, dan seorang yang sudah meninggal tidak mungkin melampaui sekat itu. Dunia dan alam barzah adalah dua alam yang berbeda dan tidak mungkin disatukan.

Selain itu, kata Yuslan fenomena ini merupakan wujud dari paham childfree, yang merupakan sebuah keputusan bagi seseorang untuk tidak memiliki anak. Dan ini, kata Yuslan adalah ancaman bagi peradaban dunia khususnya Indonesia.

Senada dengan itu, seorang ulama asal Buton, Maulana La Eda, Lc., memberikan pandangan yang sama terkait fenomena spirit doll.

Lebih lengkap, Maulana mengkaji hal ini dalam beberapa pandangan, pandangan psikologis, sosial maupun agama.

"Dari sudut pandang agama (Islam), meminta tolong kepada jin terlarang dalam Islam," katanya saat menjawab beberapa pertanyaan.

Lebih tegas, ulama jebolan Universitas Islam Madinah itu menanggap fenomena ini sebagai sebuah kemunduran peradaban. Beliau menyayangkan adanya fenomena ini di zaman modern seperti saat ini. Hal ini menandakan sebuah kemunduran cara berpikir.

Baca Juga: Persulit Warga Pindah Domisili, Kemendagri Bakal Tindak Dukcapil

Sementara, di sisi lain orang-orang barat, saat ini sudah berpikir jauh. Mereka sedang  mempersiapkan teknologi tercanggih untuk agar bisa membawa mereka pindah ke planet lain.

Selain itu, dari sudut pandang psikologi, kepercayaan ini adalah sebuah gangguan psikologis.

"Ada gangguan jiwa disini. Dan orang-orang seperti ini butuh psikiater dan perukiah," tambahnya.

Baca Juga: Mulai Berlaku 9 Januari, Ini Syarat Perjalanan Transportasi Laut

Menurutnya, gangguan kejiwaan perlu dikonsultasikan kepada psikiater dan perukiah. Karena tidak semua penyakit kejiwaan merupakan gangguan psikologis, melainkan juga termasuk gangguan jin. (B)

Reporter: Umratul Khazanah

Editor: Kardin

Artikel Terkait
Baca Juga