Stok Beras Buton Selatan Aman 3 Tahun, Pemkab Pastikan Penyaluran Gratis Sasar Wilayah Kepulauan
Ali Iskandar Majid, telisik indonesia
Kamis, 26 Maret 2026
0 dilihat
Kabulog Baubau, Ritno (kanan), saat menjelaskan kualitas beras kepada Asisten II Setda Buton Selatan, MZ Amril Tamim (tengah), dan Kadis Ketapang LM. Idris, Kamis (26/3/2026). Foto: Ali Iskandar Majid/Telisik
" Pemerintah Kabupaten Buton Selatan bersama Perum Bulog Cabang Baubau memastikan ketersediaan stok pangan di wilayah tersebut dalam kondisi aman hingga tiga tahun ke depan "


BUTON SELATAN, TELISIK.ID – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan bersama Perum Bulog Cabang Baubau memastikan ketersediaan stok pangan di wilayah tersebut dalam kondisi aman hingga tiga tahun ke depan.
Kepastian ini sekaligus menepis isu ketimpangan distribusi pangan antara wilayah daratan dan kepulauan.
Asisten II Setda Buton Selatan, Meizat Amril Tamim, didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, La Ode Muhamad Idris, menegaskan seluruh tujuh kecamatan di Buton Selatan telah memiliki jadwal penyaluran bantuan pangan yang tetap dan merata.
Meskipun distribusi sempat lebih intensif di wilayah daratan sebelum Idul Fitri karena faktor koordinasi teknis, pemerintah kini memprioritaskan porsi penyaluran yang signifikan ke wilayah kepulauan pasca Lebaran.
Baca Juga: Laba PT Vale Melonjak 32 Persen di 2025, Produksi Nikel Ikut Naik
"Hari ini Bulog sudah mendistribusikan ke kepulauan, dan besok insha Allah penyaluran akan dilakukan di Kecamatan Kadatua," jelas Amril kepada telisik.id, Kamis (26/3/2026).
Program yang sedang berjalan ini merupakan bantuan pangan nasional yang diberikan secara gratis kepada masyarakat, berbeda dengan program SPHP yang bersifat komersial murah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton Selatan, La Ode Muhamad Idris, menjelaskan setiap kepala keluarga (KK) penerima manfaat mendapatkan jatah untuk periode Februari dan Maret 2026.
Rincian bantuan kepada masing-masing KK meliputi beras 20 kg (alokasi 10 kg per bulan) dan minyak goreng 4 liter (alokasi 2 liter per bulan).
Amril juga mencatat adanya lonjakan signifikan pada jumlah penerima manfaat tahun ini, yakni meningkat 100 persen dari 6.900 KK menjadi 13.545 KK.
Sementara itu, data dari Bulog menunjukkan terdapat sekitar 27.000 penerima manfaat (PM) secara total untuk wilayah cakupan Buton Selatan.
Kepala Bulog Cabang Kota Baubau, Ritno, menjamin ketahanan stok pangan sangat kuat dengan ketersediaan mencapai kurang lebih 70.000 ton di Sulawesi Tenggara.
Baca Juga: Cegah DBD dan TB, PT Vale Gencarkan Edukasi Kesehatan di Ulu Baula Kolaka
Kualitas beras yang disalurkan adalah kelas medium yang telah melalui proses sortir sebanyak dua kali guna memastikan kelayakan konsumsi masyarakat.
"Untuk ketahanan stok sendiri, sebenarnya bisa sampai dengan tiga tahun ke depan. Jadi tidak perlu ada gejolak," ungkap Ritno.
Selain memastikan ketersediaan, Bulog juga fokus mengawasi stabilitas harga di pasar agar tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET). Masyarakat diingatkan bahwa HET beras SPHP adalah Rp 12.500 per kg dan minyak goreng Rp 15.700.
Terkait potensi kerusakan fisik beras akibat faktor cuaca atau kelembapan saat distribusi, Ritno menyatakan pihaknya telah melakukan mitigasi ketat dan meminta warga segera melapor jika ditemukan beras yang tidak sesuai kualitas. (B)
Penulis: Ali Iskandar Majid
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS