Triliun Rupiah APBN dan APBD Dikelola 6,7 Juta ASN, BKN Kini Bisa Deteksi Kejujuran Lewat Sistem Digital

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Minggu, 21 Juni 2026
0 dilihat
Triliun Rupiah APBN dan APBD Dikelola 6,7 Juta ASN, BKN Kini Bisa Deteksi Kejujuran Lewat Sistem Digital
Sebanyak 6,7 juta ASN pengelola APBN dan APBD kini mendapat pelatihan integritas digital. Foto: Repro Bomindonesia

" Di tengah besarnya tanggung jawab mengelola anggaran negara dan melayani publik, jutaan ASN kini menjadi sasaran program penguatan integritas berbasis digital "

JAKARTA, TELISIK.ID - Di tengah besarnya tanggung jawab mengelola anggaran negara dan melayani publik, jutaan ASN kini menjadi sasaran program penguatan integritas berbasis digital.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), serta Lembaga Administrasi Negara (LAN) meluncurkan sistem e-Learning ASN Berintegritas. Program ini dirancang untuk memperkuat budaya antikorupsi dan integritas di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).

Peluncuran sistem tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berkelanjutan bagi ASN sekaligus mendukung program pendampingan BKN kepada 643 instansi pemerintah. Platform tersebut juga telah terintegrasi dengan ASN Digital sebagai sistem bersama dalam pengelolaan manajemen ASN di berbagai instansi.

Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan e-Learning ASN Berintegritas menjadi instrumen penting dalam pengembangan kompetensi ASN. Program tersebut mencakup delapan aspek manajemen ASN, mulai dari pengembangan kompetensi, penguatan budaya kerja, hingga peningkatan citra institusi.

Baca Juga: Lulusan SMK jadi Penyumbang Pengangguran Terbesar 2026, Berikut Penjelasannya

Menurut Zudan, integritas menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan yang profesional dan akuntabel. Dengan jumlah ASN yang mencapai sekitar 6,7 juta orang, penguatan budaya integritas dinilai akan memberikan dampak besar terhadap kualitas tata kelola pemerintahan.

"ASN merupakan pelaksana pengelolaan APBN dan APBD, penyelenggara pelayanan publik, penyusun regulasi, hingga pelaksana pengadaan barang dan jasa. Karena itu, integritas harus menjadi fondasi utama agar risiko-risiko dalam penyelenggaraan pemerintahan dapat diminimalkan," ujar Zudan dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Minggu (21/6/2026).

Ia menegaskan bahwa pembangunan integritas tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Menurutnya, kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi dasar terbentuknya budaya kerja yang jujur dan bertanggung jawab.

"Mari kita mulai dari hal sederhana, yaitu jangan mengambil barang yang bukan milik kita dan jangan mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak kita. Jika seluruh ASN memegang prinsip tersebut, maka kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah akan semakin kuat," tegasnya.

Ketua KPK Setyo Budiyanto menilai pembelajaran digital memiliki peran strategis dalam membangun budaya antikorupsi di kalangan aparatur negara. Ia menekankan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak cukup dilakukan melalui penegakan hukum semata, tetapi juga membutuhkan pendidikan yang berkelanjutan.

"E-learning merupakan instrumen yang sangat kuat sebagai platform pembelajaran integritas. Ke depan, pembelajaran ini diharapkan menjadi bagian penting dalam pengembangan karier ASN sehingga budaya integritas benar-benar melekat dalam setiap aparatur," ujar Setyo.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri PANRB Rini Widyantini menyebut peluncuran platform tersebut sebagai bagian dari upaya membangun fondasi moral birokrasi Indonesia. Menurutnya, integritas harus dibentuk secara konsisten dan menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi ASN.

Baca Juga: Penantian Awal Pendaftaran CPNS 2026, Berikut Penjelasan Terbaru BKN

"Hari ini kita bukan sekadar meluncurkan platform digital, tetapi sedang meletakkan fondasi moral bagi masa depan birokrasi Indonesia. Integritas tidak lahir secara instan, melainkan harus dilatih dan dibangun secara terus-menerus," ujarnya.

Sementara itu, Kepala LAN Muhammad Taufiq mengatakan penguatan integritas merupakan bagian dari transformasi pembelajaran ASN melalui ekosistem Corporate University. Ia menilai pembelajaran ASN harus menghasilkan perubahan perilaku yang berdampak pada peningkatan kinerja organisasi.

"Belajar harus menghasilkan perubahan perilaku. Karena itu, pembelajaran integritas menjadi bagian dari budaya organisasi yang dibangun secara kolaboratif melalui ekosistem pembelajaran digital," ungkapnya.

Peluncuran e-Learning ASN Berintegritas diharapkan memperkuat budaya kerja yang profesional, transparan, dan bertanggung jawab di lingkungan birokrasi. Dengan peran ASN yang mencakup pengelolaan APBN dan APBD, pelayanan publik, penyusunan regulasi, hingga pengadaan barang dan jasa, penguatan integritas dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih baik. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga