KENDARI, TELISIK.ID - Musibah yang belakangan ini terjadi di Indonesia, seperti gempa bumi, banjir, dan pandemi COVID-19 memberikan kerugian tersendiri bagi masyarakat.

Namun musibah tersebut ada yang menyikapinya sebagai keburukan, dan ada juga yang menganggap itu merupakan sebuah terguran untuk menjadi lebih baik. Lalu, bagaimanakah tuntunan Islam dalam menyikapi musibah? Berikut penjelasan Ulama ahli fiqih, KH. M. Shiddiq Al-Jawi yang dilansir dari fissilmi-kaffah.com.

Menurut Shiddiq Al-Jawi, para ulama mendefinisikan musibah sebagai segala sesuatu yang dibenci yang terjadi pada manusia (kullu makruuhin yahullu bi al-insan) (Ibrahim Anis dkk, Al-Mu’jam al-Wasith, hlm. 527).

Di mana, kata dia, bagi shahibul musibah (muslim yang terkena musibah) Islam memberikan pedoman bagaimana menyikapi musibah yang terjadi.

Pertama, Iman dan ridha terhadap ketentuan (qadar) Allah.