Turunkan Angka Stunting, Dinkes Sulawesi Tenggara Screening Tiap Keluarga

Erni Yanti, telisik indonesia
Selasa, 19 Desember 2023
0 dilihat
Turunkan Angka Stunting, Dinkes Sulawesi Tenggara Screening Tiap Keluarga
Penurunan angka stunting, Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara menyelenggarakan aksi gizi penurunan angka stunting. Foto: Ist.

" Penurunan angka stunting menjadi program utama yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Bidang Kesehatan Masyarakat, melalui screening di masing-masing keluarga "

KENDARI, TELISIK.ID - Penurunan angka stunting menjadi program utama yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara Bidang Kesehatan Masyarakat, melalui screening di masing-masing keluarga.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sulawesi Tenggara, Rosmawati mengatakan, capaian penurunan angka stunting meningkat hingga angka 11,4 persen.

Kata Rosmawati, stunting bukan hanya ukuran kesehatan, melainkan stuting juga menjadi urusan dukungan lintas sektor. Olehnya, perlu kerja sama dengan lintas sektor untuk penuntasan penurunan angka stunting tersebut.

Terutama pengetahuan calon ibu dan ayah sebelum melangsungkan pernikahan di KUA agar melahirkan bayi yang tidak stunting dengan pembekalan pengetahuannya terkait keluarga.

"Kita di Bidang Kesmas fokus pada penurunan stunting turunkan kematian ibu anak dan kemiskinan ekstrem, salah satunya dengan ILP dijadikan sebagai solusi, setiap keluarga harus di-screening dahulu apa penyakitnya," kata Rosmawati.

Baca Juga: Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara Gelar Aksi Gizi dan Edukasi di 4 Kabupaten/Kota

Penurunan angka stunting difokuskan melalui penggerakan masyarakat dengan aksi bergizi, dan posyandu pada ibu hamil dan anak.

Soal stunting juga disebabkan gaya hidup dari masa lalu, olehnya itu progres dimulai dengan banyak hal termasuk memperbaiki konsentrasi ibu-ibu hamil, tanpa ada yang kekurangan darah baik itu remaja putri di Sulawesi Tenggara, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan diberikan obat penambah darah.

Dilansir dari http://gizikia.kemenkes.go.id, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan di hadapan para pimpinan daerah bahwa untuk mencegah stunting hal yang utama dilakukan adalah dengan intervensi spesifik pada ibu sejak remaja dan intervensi spesifik pada anak di usia 6 bulan sampai 24 bulan.

Penurunana angka stunting dengan memberikan edukasi kepada masyarakat. Foto: Ist.

 

“Stunting saya pesannya cuman dua yaitu intervensi spesifik pada ibu sejak remaja dengan memberikan tablet tambah darah dan pada anak usia 6 sampai 24 bulan dengan memberikan protein hewani pada MPASI,” ujar Menkes Budi.

Menkes Budi menjelaskan, stunting merupakan kurang gizi yang mengakibatkan rendahnya IQ anak sebesar 20 persen di bawah rata-rata. Dengan demikian, jika dilihat dari sudut pandang pendapatan daerah, apabila SDM di suatu daerah memiliki IQ rendah, maka pendapatan daerah akan rendah juga.

Karena masalahnya adalah jika seseorang dengan intelektual rendah maka dia tidak bisa bekerja dengan profesi yang lebih tinggi yang menghasilkan income yang juga lebih tinggi.

Baca Juga: Pemerintah Konawe Selatan Gencar Berantas Stunting Melaui Program Pencegahan dan Pemulihan Gizi Anak

“Jadi kalau kita mau maju, pendapatannya tinggi, jangan sampai stunting. Karena kalau stunting itu intelektualnya 20 persen lebih rendah,” ucap Menkes Budi.

Untuk mencegah stunting, lanjut Menkes, yang paling penting adalah mesti intervensi spesifik jangan sampai ibu di usia remaja mengalami anemia. Intervensinya dengan memberikan tablet tambah darah dan memastikan tablet tersebut diminum.

Upaya lain yang juga penting adalah dengan memberikan protein hewani melalui MPASI sejak anak usia 6 sampai 24 bulan. (B-Adv)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga