Unik: Hanya dengan Rp 45.000 Anda Bisa Dapat Pelukan Hangat dari Jasa Profesional Ini, Tertarik?
Merdiyanto , telisik indonesia
Minggu, 31 Agustus 2025
0 dilihat
Fenomena Man Mums atau jasa pelukan hangat menjadi tren di China. Foto: Repro Okezone.
" Fenomena Man Mums sedang menjadi tren di China, di mana para pria bertubuh atletis menawarkan jasa pelukan hangat kepada mereka yang merasa kesepian atau butuh dukungan emosional "

BEIJING, TELISIK.ID - Fenomena Man Mums sedang menjadi tren di China, di mana para pria bertubuh atletis menawarkan jasa pelukan hangat kepada mereka yang merasa kesepian atau butuh dukungan emosional.
Layanan unik ini sedang ramai diperbincangkan di Tiongkok. Para pria berotot yang dikenal lembut ini menawarkan pelukan berbayar sebagai solusi bagi wanita muda yang merasa stres dan kesepian, serta membutuhkan dukungan emosional.
Dengan tarif antara 20 hingga 50 yuan atau sekitar Rp 45.000 - Rp 113.000, Man Mums memberikan jasa pelukan singkat selama 3 sampai 5 menit.
Dengan perjanjian yang dibuat secara digital, layanan ini dilakukan di ruang publik seperti stasiun, taman, atau pusat perbelanjaan. Tren ini, meskipun terlihat sederhana, mendapat sambutan besar dari wanita muda di kota-kota besar.
Pengakuan salah satu pengguna layanan ini viral di media sosial. Ia menuliskan bahwa ia baru merasakan pelukan lagi setelah sekian lama, terakhir kali saat ia masih SMP.
Baca Juga: Unik: Perusahaan Ini Beri Cuti 6 Hari Bagi Karyawan Tak Merokok
"Waktu itu saya dipeluk guru perempuan dan merasa sangat aman. Sekarang, saya ingin merasakan itu lagi, meski hanya lima menit,” tulisnya dalam unggahan yang telah mendapat lebih dari 100.000 komentar, seperti dikutip SCMP, Minggu (31/8/2025).
Zhou, salah satu Man Mums, telah meraup hampir Rp 4 juta dari jasa pelukan yang ia berikan lebih dari 30 kali sejak bulan April.
Zhou menjelaskan bahwa ia melakukannya bukan demi uang, tetapi untuk memberikan kenyamanan emosional bagi orang-orang yang menjalani hari-hari yang berat.
Sebelum pertemuan, klien dan penyedia layanan akan berdiskusi dan membuat kesepakatan mengenai waktu, lokasi, serta durasi pelukan.
Agar klien merasa nyaman dan aman, beberapa pria bahkan mengaku mandi, merapikan rambut, dan memakai parfum sebelum bertemu.
Namun, tren ini juga menuai kontroversi. Sebagian masyarakat beranggapan bahwa afeksi pribadi seperti pelukan seharusnya tidak diperjualbelikan dilansir dari sindonews.com, Minggu (31/8/2025).
Layanan ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan ahli hukum Tiongkok, yang menilai adanya potensi penyalahgunaan jika tidak ada regulasi yang jelas.
Baca Juga: Unik: Eskalator Terpendek di Dunia, Petitcalator Cuma 83,4 Cm dengan 5 Tangga Bergerak
“Jika seseorang butuh kedekatan emosional, sebaiknya mengikuti kegiatan sosial atau komunitas relawan. Menyelesaikan semuanya dengan kontak fisik justru bisa menjadi bumerang,” komentar salah satu pengguna media sosial.
Tren ini menjadi cerminan dari kesepian yang dialami generasi muda di perkotaan, sebagai dampak dari tekanan hidup dan gaya hidup modern yang serba cepat.
Pelukan, yang dulunya adalah bentuk perhatian sederhana, kini beralih fungsi menjadi sebuah layanan komersial. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS