adplus-dvertising

Wa Ina, Pedagang Sayur yang Tetap Berjualan di Tengah Wabah COVID-19

Siswanto Azis, telisik indonesia
Sabtu, 04 April 2020
3063 dilihat
Wa Ina, Pedagang Sayur yang Tetap Berjualan di Tengah Wabah COVID-19
Wa Ina pedagang sayur di pasar samping Korem, Kendari. Foto: Dul/Telisik

" Sa kasian pelangganku nak kalau sa tidak menjual mereka mau ambil sayur dimana. "

Dampak dari pandemi COVID-19 membuat banyak masyarakat memilih untuk berdiam diri di rumah saja. Meski demikian, masih ada orang-orang yang terpaksa harus tetap keluar rumah demi menyambung hidup.

Salah satunya adalah Wa Ina (nama samaran). Di tengah ketakutan akan tertular COVID-19, Wa Ina tetap harus berjualan sayuran di pasar samping Korem Kendari, Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Kisah Sekolah Disabilitas di Kendari, Bangunannya Terbuat dari Bambu


Alhasil, setiap pagi Wa Ina masih harus pergi ke pasar menjual sayur di tengah sosialisasi social distancing pemerintah.

“Sa kasian pelangganku nak kalau sa tidak menjual mereka mau ambil sayur dimana,” cerita Wa Ina kepada Telisik.id sembari mengatur sayur dagangannya.

Ketika social distancing, semestinya orang harus menjaga jarak sekira 1-2 meter dalam beraktifitas. Namun Wa Ina kesulitan melakukan hal itu, karena situasi pasar yang ramai pedagang dan pengunjung yang berbelanja.

Wa Ina mengaku sebenarnya agak takut saat bejualan sayur di pasar. Tapi faktor ekonomi, mengharuskan Wa Ina untuk tetap berjualan agar bisa menyambung hidup.

Baca juga: Cerita Pengantin Baru Asal Kendari, Akad Nikah Disaksikan Lewat Video Call

Karena sang suami, saat ini sudah tidak bekerja. Jadi Wa Ina yang menjadi tulang punggung keluarga.

“Takut juga Pak, tapi ini hidup yang harus dijalani,” tegar Wa Ina

Selain masalah ekonomi, beberapa pelanggan pun memaksa Wa Ina untuk tetap berjualan. Pelanggan Wa Ina banyak, karena sayur yang dijualnya masih segar-segar dan dijamin higienis.

Baca juga: Kisah Pengajar Asal Kendari di Amerika, Tak Bisa Pulang Akibat Wabah COVID-19

Sebagai antisipasi, Wa Ina menggunakan masker saat berjualan. Langkanya masker bedah membuat Wa Ina memilih untuk menggunakan masker kain.

Tentu saja banyak Wa Ina lain di luar sana yang juga memilih tetap berada di luar rumah karena desakan ekonomi. Apalah daya, tuntutan perut lebih kuat dibanding ancaman COVID-19.

 

Reporter: Dul

Editor: Rani

Artikel Terkait
Baca Juga