adplus-dvertising

Wali Kota Kendari Ungkap Asal Mula Penetapan Hari Peduli Sampah Nasional

Fitrah Nugraha, telisik indonesia
Senin, 22 Februari 2021
5345 dilihat
Wali Kota Kendari Ungkap Asal Mula Penetapan Hari Peduli Sampah Nasional
Wali Kota Kendari, H Sulkarnain Kadir saat diwawancara oleh awak media. Foto: Fitrah Nugraha/Telisik

" Sejak itu, HPSN diperingati setiap tahunnya sebagai momentum agar kita semakin baik dalam pengelolaan sampah, dan mampu meningkatkan kepedulian dan komitmen kita bersama untuk menyikapi sampah dengan lebih baik, sehingga kejadian yang serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. "

KENDARI, TELISIK.ID - Wali Kota Kendari, H Sulkarnain Kadir mengungkapkan, Hari Peduli Sampah Nasional atau HPSN diperingati setiap 21 Februari sejak tahun 2006 silam.

Hal tersebut kata dia, dilatarbelakangi oleh peristiwa tragedi longsor sampah di TPA Leuwi Gajah pada 21 Februari 2006, yang menyebabkan 141 orang meninggal dan 6 orang terluka, dengan biaya pemulihan mencapai Rp 80 miliar.

"Sejak itu, HPSN diperingati setiap tahunnya sebagai momentum agar kita semakin baik dalam pengelolaan sampah, dan mampu meningkatkan kepedulian dan komitmen kita bersama untuk menyikapi sampah dengan lebih baik, sehingga kejadian yang serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang," katanya pada peringatan HPSN 2021 di Kota Kendari, Senin (22/2/2021).


Sementara itu, Sulkarnain mengatakan, peringatan HPSN 2021 dengan tema Sampah Bahan Baku Ekonomi di Masa Pandemi tahun ini, sesungguhnya memiliki makna berarti.

Baca juga: Peringati HPSN 2021, Pemkot Kendari Dorong Warga Jaga Lingkungan

"Bahwa sampah bukanlah barang yang harus kita jauhkan dari lingkungan kita. Akan tetapi menjadi berkah yang memiliki nilai ekonomi," imbuhnya.

Karena itu, Pemkot melalui DLHK Kendari telah melakukan berbagai upaya untuk memaksimalkan pengelolaan sampah, mulai dari pengangkutan sampai pengurangan sampah, dengan berkoordinasi kelurahan dan kecamatan.

Walaupun upaya ini belum maksimal karena pengelolaan sampah selayaknya melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari rumah tangga, tokoh masyarakat, organisasi dan akademisi.

Untuk mengatasi masalah persampahan, dibutuhkan program pengelolaan yang komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir, agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan.

"Karena itu, kita harus bertanggungjawab menjaga lingkungan, agar tetap bersih dan sehat," lanjutnya. (Adv) (B)

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Baca Juga