Melawan pandemi COVID-19, berkaitan dengan semua lapisan masyarakat, yang berkaitan dengan budaya juga kebiasaan orang di suatu daerah. Di Sulawesi Tenggara misalnya, salah satu cara menghindari terjangkitnya COVID-19 adalah dengan menghindari kebiasaan minum kopi bersama atau ngopi sambil main domino.

Berdasarkan pantuan Telisik.id, selama sepekan terakhir dari Senin hingga Minggu di Kota Kendari, sangat sedikit pebisnis kuliner yang rela menutup sementara usaha mereka setelah wabah COVID-19 juga terjangkit di Sulawesi Tenggara.

Penerapan protokol kesehatan dalam bisnis kuliner untuk mencegah mewabahnya virus corona juga masih banyak yang ragukan, terlebih lagi tidak ada pengawasan dari pihak otoritas.

Padahal, kedai kopi menjadi tempat berkumpulnya orang karena kuatnya budaya ngopi, mulai dari kedai kopi di pinggir jalan, ruko, hingga cafe di pusat perbelanjaan modern. Kebiasaan minum kopi menjadi tidak terelakkan setiap hari sebagai bentuk kebersamaan warga, bagian dari negosiasi, hingga sebagai prestise yang menunjukkan status sosial seseorang.

Di Kota Kendari, seorang yang mencalonkan diri sebagai anggota dewan, calon bupati hingga calon gubernur, pasti memilih strategi kedai kopi untuk kampanye. Seorang politisi tulen pasti akan membayar semua tagihan makan dan minum pengunjung kedai kopi untuk meningkatkan elektabilitasnya.