Oleh: Iin Prasetyo

Peminat Ekonomi Islam, Jurnalis dan Narablog Tinggal di Medan

“AMBILAH zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan doakanlah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka dan Allah Ta’ala Mahamendengar lagi Mahamengetahui,” (Q.S. At Taubah: 103).

Maqashid kewajiban berzakat tertuang dalam firman Allah Q.S. At Taubah: 103. Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa zakat disyariatkan untuk tujuan tertentu yakni mendidik kepribadian yang suka memberi atau dermawan.

Sementara itu, dalam maqashid Hadis tentang zakat fitrah, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam mewajibkannya untuk tujuan khusus yakni mensucikan harta orang yang melaksanakan zakat fitrah (muzakki) dan membantu kaum miskin untuk menyongsong hari Raya sehingga kegembiraan pun bisa sama-sama dirasakan.