Wali Kota di Negara Ini Wajib Nikahi Buaya Betina, Tujuannya Bikin Kaget

Ibnu Sina Ali Hakim

Reporter

Minggu, 21 Mei 2023  /  11:20 am

Pernikahan seorang wali kota di sebuah kota kecil di Meksiko dengan anak buaya berusia tujuh tahun. Binatang reptil tersebut dipakaikan gaun putih, layaknya pengantin manusia. Foto: Repro CNBCIndonesia

MEKSIKO, TELISIK.ID - Seorang wali kota di sebuah kota kecil di Meksiko menikahi anak buaya berusia tujuh tahun. Binatang reptil tersebut bahkan dipakaikan gaun putih, layaknya pengantin manusia.

Dalam upacara pernikahan yang tak biasa itu, Wali Kota San Pedro Huamelula Victor Hugo Sosa diwajibkan untuk mencium pengantinnya, tidak hanya sekali, tapi beberapa kali. Dia terlihat beberapa kali membungkuk untuk menempelkan bibirnya di moncong buaya kecil, yang telah diikat demi menghindari gigitan yang tidak diinginkan.

Ini merupakan tradisi kuno yang diyakini telah ada sejak berabad-abad lalu, di masa pra-Hispanik di antara komunitas adat Chontal dan Huave, negara bagian Oaxaca. Ritual tersebut bertujuan untuk memohon doa agar diberkahi dengan karunia alam.

Anak buaya, yang disebut sebagai putri kecil, diyakini sebagai dewa yang mewakili ibu pertiwi. Dan pernikahannya dengan pemimpin setempat melambangkan penyatuan manusia dengan dewa.

Baca Juga: Negara Ini Punya Hukuman Kejam bagi Pelaku LGBT

"Kami meminta hujan yang cukup kepada alam, serta makanan yang cukup, sehingga kami memiliki ikan di sungai," kata Sosa, seorang wali kota di desa nelayan kecil di pantai Pasifik di Oaxaca, dilansir CNBCIndonesia.com.

Oaxaca, yang terletak di bagian selatan Meksiko yang miskin, bisa dibilang negara terkaya dalam budaya asli dan rumah bagi banyak kelompok yang dengan keras mempertahankan bahasa dan tradisi mereka.

Ritual kuno di San Pedro Huamelula, yang sekarang bercampur dengan spiritualitas Katolik, diawali dengan mendandani buaya memakai gaun pengantin putih ditambah pakaian warna-warni lainnya.

Reptil berusia tujuh tahun, disebut sebagai putri kecil, diyakini sebagai dewa yang mewakili ibu pertiwi, dan pernikahannya dengan pemimpin lokal melambangkan penyatuan manusia dengan dewa.

Baca Juga: 16 Negara dengan Standar Kecantikan Aneh, Kamu Cantik di Negara Mana?

Saat terompet dibunyikan dan genderang memberikan irama yang meriah, penduduk setempat membawa pengantin buaya di tangan mereka melalui jalan-jalan desa disambut para pria mengipasinya dengan topi mereka.

"Ini memberi saya begitu banyak kebahagiaan dan membuat saya bangga dengan akar saya," kata Elia Edith Aguilar, yang dikenal sebagai ibu baptis yang mengatur pernikahan dilansir dari Tempo.co.

Dia mengatakan bahwa dia merasa istimewa dipercayakan untuk melaksanakan upacara, dan mencatat bahwa dia menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan apa yang akan dikenakan pengantin wanita. "Ini tradisi yang sangat indah," katanya sambil tersenyum. (C)

Penulis: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Haerani Hambali

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS