adplus-dvertising

6 Kondisi Kesehatan Mental yang Rentan Memicu Bunuh Diri

Haidir Muhari, telisik indonesia
Minggu, 12 September 2021
901 dilihat
6 Kondisi Kesehatan Mental yang Rentan Memicu Bunuh Diri
Orang dengan gangguan bipolar termasuk salah satu yang rentan memutuskan untuk bunuh diri. Foto: Repro Merdeka.com

" Bunuh diri merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada kelompok usia muda dan produktif yakni 15 - 29 tahun. "

KENDARI, TELISIK.ID - Jumlah kasus kematian akibat bunuh diri di Indonesia mencapai 9.000 kasus per tahunnya.

Jumlah itu belum termasuk dengan percobaan bunuh diri. Fenomena percintaan bunuh diri lebih tinggi daripada tingkat kematian akibat bunuh diri.

Dilansir dari Satupersen.net, bunuh diri merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada kelompok usia muda dan produktif yakni 15 - 29 tahun. Kelompok usia yang memasuki Quarter Life Crisis.


Data menunjukkan bahwa kematian tertinggi jatuh pada jenis kelamin laki-laki dan sebesar 79% terjadi di negara yang pendapatannya rendah dan menengah.

Orang yang memilih bunuh diri biasanya merasa hidupnya sangat sulit, stres, dan sudah tidak punya harapan lagi. Padahal kematian tidak akan pernah menjadi jawaban dari masalah-masalah tersebut.

Keinginan bunuh diri, banyak kaitannya dengan kondisi kesehatan mental. Dilansir dari Alodokter.com, berikut ini 6 kondisi mental orang yang rentan melakukan bunuh diri:

1. Depresi Berat

Orang yang mengalami depresi berat rentan untuk melakukan bunuh diri. Gejala depresi berat ini bisa muncul bahkan tanpa ada sebab yang jelas.

Kondisi ini umumnya ditandai dengan rasa putus asa, suasana hati yang buruk, tidak semangat menjalani aktivitas sehari-hari, atau kehilangan minat dan motivasi hidup. Gejala tersebut bahkan bisa muncul tanpa sebab.

Baca juga: Tanda-Tanda Orang yang Ingin Bunuh Diri dan Langkah Pencegahannya

Baca juga: 5 Jenis Bunga Ini Tahan hingga Tiga Pekan Dalam Vas

2. Skizofrenia

Diperkirakan terdapat sekira 5% penderita gangguan skizofrenia memilih mengakhiri nyawanya dengan cara bunuh diri.

Ciri-ciri orang yang mengalami gangguan mental ini adalah sering berhalusinasi, sulit percaya dengan orang lain, berperilaku aneh, serta memiliki paham atau percaya pada hal-hal yang belum tentu nyata.

3. Borderline Personality Disorder (BPD)

Penderita BPD memiliki emosi yang tidak stabil dan terkadang sulit bersosialisasi.

Penderita gangguan ini umumnya memiliki riwayat pelecehan seksual pada masa kecilnya dan memiliki risiko lebih tinggi untuk bunuh diri.

4. Gangguan Bipolar

Orang dengan gangguan bipolar biasanya mengalami perubahan suasana hati yang sangat drastis. Bisa mendadak sedih atau tidak bersemangat, padahal sebelumnya merasa gembira dan sangat antusias.

5. Anoreksia Nervosa

Penderita anoreksia nervosa selalu merasa dirinya gemuk sehingga melakukan berbagai upaya untuk menurunkan berat badan, termasuk konsumsi obat-obatan secara berlebihan hingga berisiko mengalami overdosis.

Angka kematian karena bunuh diri cukup tinggi pada pada penderita gangguan makan ini, terutama pada remaja wanita.

6. Gangguan Adiksi

Gangguan adiksi adalah gangguan perilaku  akibat ketergantungan atau kecanduan dengan hal tertentu, seperti rokok, minuman beralkohol.

Termasuk dalam gangguan adiksi, berupa kecanduan terhadap aktivitas tertentu, seperti kecanduan belanja, bermain game, seks, atau berjudi. Orang dengan gangguan ini juga rentan untuk bunuh diri.

Selain enam faktor kesehatan mental di atas, faktor-faktor yang rentan membuat orang bunuh diri adalah:

1. Memiliki riwayat pelecehan emosional atau seksual, termasuk sodomi ataupun pemerkosaan

2. Menjadi korban perundungan (bully)

3. Mengalami peristiwa hidup yang penuh tekanan, seperti penolakan, perceraian, atau kehilangan orang yang dicintai

4. Memiliki masalah sosial dan ekonomi, seperti kehilangan pekerjaan atau terjerat hutang

5. Mengalami gangguan tidur

Demikian beberapa faktor yang rentan mendorong orang untuk bunuh diri. Penting untuk kita tahu, sehingga bisa mendampingi atau menyelamatkan kehidupan seseorang. (C)

Reporter: Haidir Muhari

Editor: Haerani Hambali

Artikel Terkait
Baca Juga