adplus-dvertising

7 Makanan Diet Pengganti Nasi, Anti Perut Buncit

Nur Khumairah Sholeha Hasan, telisik indonesia
Minggu, 14 Agustus 2022
477 dilihat
7 Makanan Diet Pengganti Nasi, Anti Perut Buncit
Shirataki dipercaya bisa membantu menurunkan berat badan. Ini karena kandungan dalam mie tersebut yang dibilang lebih baik jika dibandingkan dengan jenis mie lainnya, terlebih mie instan. Foto: Repro halodoc.com

" Nasi merupakan panganan pokok sehari hari bagi kebanyakan orang Indonesia. Bahkan ada istilah "tak kenyang bila tak makan nasi". Makanan pokok yang berasal dari beras ini juga memiliki beragam jenis, ada nasi putih yang biasa dimakan, beras merah, hingga beras hitam yang kaya akan karbohidrat dan serat. "

KENDARI, TELISIK.ID - Nasi merupakan panganan pokok sehari hari bagi kebanyakan orang Indonesia. Bahkan ada istilah "tak kenyang bila tak makan nasi". Makanan pokok yang berasal dari beras ini juga memiliki beragam jenis, ada nasi putih yang biasa dimakan, beras merah, hingga beras hitam yang kaya akan karbohidrat dan serat.

Nasi memiliki karbohidrat yang baik untuk tubuh. Namun, mengonsumsinya secara berlebihan justru membuat tubuh sulit mencerna makanan lain karena kelebihan karbohidrat.

Beberapa orang menghindari nasi, karena dinilai dapat menambah berat badan. Berikut ini beberapa makanan yang bergizi dan tergolong lebih aman, terutama bagi penderita diabetes, seperti di lansir dari yoursay.id dan alodokter.com, antara lain:


1. Jagung

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, jagung bukanlah makanan asing. Jagung bahkan sudah menjadi santapan sehari-hari pengganti nasi yang dikonsumsi secara turun-menurun. Di dalam 100 gram biji jagung terdapat 86 kalori dan berbagai jenis vitamin B, seperti vitamin B1, vitamin B3, vitamin B5, dan vitamin B9 atau folat.

Selain itu, makanan pengganti nasi ini juga mengandung serat, magnesium, fosfor, dan vitamin C yang tentunya penting bagi tubuh. Bahkan, kandungan serat pada jagung diketahui lebih banyak daripada nasi dan dapat membantu Anda menurunkan kolesterol.

2. Pisang

Semua orang tahu bahwa pisang adalah salah satu buah yang sering dikonsumi banyak orang. Pisang memiliki kandungan fiber, Vitamin C, dan kaya akan antioksidan yang baik untuk tubuh.

3. Kentang

Tak hanya kaya akan karbohidrat, kentang juga memiliki banyak nutrisi penting, mulai dari serat, protein, folat, vitamin B6, vitamin C, kalium, omega-3, omega-6 dan zat besi.

Baca Juga: Resep Es Gabus, Jajanan Favorit Era 90-an

Kentang juga dikenal sebagai sumber serat yang baik, sehingga dapat memberikan efek kenyang lebih lama dan menekan nafsu makan yang tentunya bisa berdampak baik untuk mengontrol berat badan.

4. Singkong

Singkong merupakan salah satu jenis makanan pengganti nasi yang mudah ditemukan di Indonesia. Tanaman umbi ini mengandung beragam nutrisi yang tak kalah penting dari nasi, seperti serat, protein, vitamin B, vitamin C, magnesium, kalium, selenium dan zat besi.

Bahkan, singkong juga dipercaya dapat mengobati dehidrasi, kelelahan, dan sepsis atau infeksi darah. Namun, hal-hal tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut terkait efektivitasnya.

Meski demikian, singkong juga mengandung zat kimia glikosida sianogen yang dapat berubah menjadi sianida dalam tubuh. Oleh karena itu, singkong harus dibersihkan dengan benar dan dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi untuk mencegah keracunan sianida

5. Kacang merah

Menyandur dari webmd, ahli gizi sering merekomendasikan kacang sebagai pangan dari diet sehat karena nilai gizinya yang tinggi. Seperti kacang lainnya, kacang merah dapat dihitung sebagai sumber protein atau sayuran. Konsumsi setengah cangkir kacang merah per hari dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Baca Juga: Resep Lemon Tea Rempah untuk Redakan Batuk Pilek

Menurut penelitian, orang yang makan kacang merah setiap hari secara tidak langsung mengonsumsi lebih banyak serat, protein, folat, zat besi dan mineral penting lainnya.

6. Oats (Gandum utuh)

Oats atau gandum utuh kaya akan antioksidan dan senyawa bermanfaat yang disebut polifenol. Nutrisi dari gandum yang paling menonjol adalah kelompok antioksidan unik yang disebut avenanthramides, yang hampir hanya ditemukan dalam gandum.

7. Shirataki

Shirataki mengandung jenis serat larut yang bermanfaat dan disebut glukomanan yang tidak dicerna di usus kecil. Shirataki hanya memiliki sedikit kandungan karbohidrat dan tidak menyebabkan gula darah naik serta memiliki indeks glikemik 0.

Pada dasarnya, semua makanan memiliki gizi masing-masing. Namun alangkah baiknya untuk mempertimbangkan nutrisi sesuai kebutuhan tubuh masing-masing. (C)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Kardin

Baca Juga