adplus-dvertising

AHY Dukung Penolakan 500 TKA Cina Masuk Sultra

Musdar, telisik indonesia
Jumat, 01 Mei 2020
2403 dilihat
AHY Dukung Penolakan 500 TKA Cina Masuk Sultra
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono. Foto: Repro FIN

" Saya monitor situasi dan polemik terkait rencana kedatangan 500 TKA asal Cina, dan saya sangat mengapresiasi statement dan sikap Muh. Endang SA di DPRD Sultra yang ikut menginisiasi penolakan itu. "

KENDARI, TELISIK.ID - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhono (AHY) mengapresiasi respon DPRD Sultra yang kompak menolak rencana masuknya 500 TKA asal Cina di Sultra.

Menurut AHY, di situasi pandemi saat ini, semua pihak memang perlu untuk memprioritaskan kesehatan masyarakat dan mencegah mewabahnya COVID-19, termasuk dengan membatasi masuknya orang dari pusat pandemi.

"Saya monitor situasi dan polemik terkait rencana kedatangan 500 TKA asal Cina, dan saya sangat mengapresiasi statement dan sikap Muh. Endang SA di DPRD Sultra yang ikut menginisiasi penolakan itu," ujar AHY, Kamis (30/4/2020).


Masuknya 500 orang TKA ke Sultra diketahui untuk bekerja di perusahaan pemurnian nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry  (VDNI) Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.

Bahkan para TKA ini kabarnya sudah mendapat izin dari pemerintah pusat pada 22 April lalu.

Baca juga: Ketua DPRD Sultra Siap Pimpin Demonstrasi Tolak 500 TKA

Meski sudah diberikan izin, DPRD Sultra termasuk dari Fraksi Demokrat melalui Muh. Endang SA, tegas menolak WNA dari negeri tirai bambu itu.

"Untuk itu saya sampaikan dukungan melalui twiter saya untuk diamplifikasi secara luas," tambah AHY.

Menanggapi respon AHY, Endang, yang juga adalah ketua DPD Partai Demokrat Sultra menyampaikan terima kasih sekaligus menegaskan bahwa apresiasi yang diberikan oleh AHY telah menambah semangatnya untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.

"Kita ucapkan terima kasih dan kami semakin bersemangat memperjuangkan aspirasi rakyat dengan prinsip harapan rakyat perjuangan demokrat dan menjadikan partai demokrat Sultra sebagai partai advokasi," tegas Endang.

Reporter: Musdar

Editor: Rani

Artikel Terkait
Baca Juga