adplus-dvertising

Akun Twitter Faisal Assegaf Diduga Hina Ketua Umum Nahdlatul Ulama Dilapor Polisi

Reza Fahlefy, telisik indonesia
Kamis, 10 November 2022
548 dilihat
Akun Twitter Faisal Assegaf Diduga Hina Ketua Umum Nahdlatul Ulama Dilapor Polisi
Bendahara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Sumatera Utara Edi Harahap (tengah) bersama Kepala Satuan Kordinasi Wilayah Banser Muarif Siddik (kanan) dan Ketua Sekretariat Markas Gerakan Pemuda Ansor. Foto: Ist.

" Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Utara, melaporkan akun Twitter Faizal Assegaf ke Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Utara, Jalan Sisingamangaraja KM 10,5 Medan "

MEDAN, TELISIK.ID - Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Utara, melaporkan akun Twitter Faizal Assegaf ke Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Utara, Jalan Sisingamangaraja KM 10,5 Medan, Kamis (10/11/2022).

Akun Twitter Faizal Assegaf ini diduga telah mencemarkan nama baik dan menyebarkan berita bohong dan bisa menimbulkan keresahan dan kebencian umat Islam.

Adapun cuitan itu di antaranya bahwa akun Twitter Faizal Assegaf menuding bahwa Nahdlatul Ulama diduga menyimpan bau busuk sentimeter rasis dengan membenci Habaib.


Kemudian, akun Twitter itu juga menyebut bahwa dia akan melaporkan Ketum PBNU Staquf dan Menag (Menteri Agama) Yaqut, terkait dugaan foto dan video 'porno aksi' ke Bareskrim Mabes Polri.

Baca Juga: Dukung Penggugat Tambang di Pulau Wawonii, Ratusan Masyarakat Pantau Sidang PTUN Kendari

Kepala Satuan Koordinasi Wilayah Banser Sumatera Utara, Muarif Siddik adalah orang yang melaporkan akun Twitter Faizal Assegaf itu ke kantor polisi. Cuitan akun itu telah menimbulkan keresahan.

"Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Utara merasa dirugikan ketika ulama dituduh dengan perkataan yang membuat warga muslim di Negara Republik Indonesia ini menjadi resah dan membenci ulama. Jadi, cuitan itu kami menilai telah melecehkan kami," ucap Muarif Siddik usai membuat laporan.

Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Utara mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh akun Twitter Faizal Assegaf yang disinyalir memiliki niat tertentu kepada Nahdlatul Ulama.

"Kami Gerakan Pemuda Ansor akan menjadi garda terdepan yang akan berhadapan langsung kepada siapapun yang mencoba mengganggu kiai dan ulama," tegasnya.

Bendahara Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Provinsi Sumatera Utara, Edi Harahap menambahkan, cuitan itu mendapat respon dari berbagai kalangan. Cuitan itu muncul setelah mereka membuka media sosial itu.

"Ketika kami membuka Twitter, Selasa 8 November 2022 kemarin. Muncul cuitan itu dan mendapatkan respon dari berbagai kalangan masyarakat. Sehingga cuitan itu menimbulkan keresahan bagi masyarakat dan kami merasa terganggu," tegasnya.

Mereka sangat dirugikan sebab, ulama dan Ketua Umum PBNU dituding telah berbuat yang tidak benar.

"Kami dituduh pembenci Habaib. Padahal, sesungguhnya kiai atau Ketum kami adalah orang atau sosok yang amanah dan penyayang bagi semua golongan. Jadi, cuitan itu penuh dengan kebohongan," tuturnya.

Selain itu, mengenai sebutan pembenci Habaib. Itu jelas tidak benar, sebab didalam PBNU, mulai dari pengurus sampai anggota banyak yang Habaib.

"Jadi, mengenai adanya postingan itu dan laporan dari Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor dan Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Provinsi Sumatera Utara. Meminta agar pihak kepolisian menindaklanjuti laporan kami ini," tambahnya.

Baca Juga: Guru Olahraga Ini Nodai Murid Hingga 6 Kali, Ini Modusnya

Selain itu, untuk menciptakan situasi ketertiban dan keamanan. Mereka meminta pihak kepolisian untuk menangkap dan memenjarakan orang yang memiliki akun Twitter yang melakukan penistaan dan menyebar kebohongan terhadap Ketua Umum PBNU.

"Kami meminta agar Polda Sumatera Utara segera menangkap dan memenjarakan terlapor sesuai dengan undang undang yang diduga telah dilanggarnya," terangnya.

Terpisah Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sumatera Utara AKBP Herwansyah Putra ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dari salah satu kelompok masyarakat.

"Jadi, laporan itu telah diterima. Nantinya akan didalami oleh petugas piket SPKT untuk diteruskan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus atau Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara," terangnya. (B)

Penulis: Reza Fahlefy

Editor: Kardin

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga