adplus-dvertising

Ayah, Ibu, Nenek Telah Tiada, Sebatang Kara dan Putus Sekolah

Thamrin Dalby, telisik indonesia
Rabu, 08 Desember 2021
4162 dilihat
Ayah, Ibu, Nenek Telah Tiada, Sebatang Kara dan Putus Sekolah
Gta menumpang tinggal di rumah keluarganya. Foto: Thamrin Dalby/Telisik

" Karena tidak memiliki biaya, seorang anak yatim piatu terpaksa tidak melanjutkan pendidikan "

KENDARI, TELISIK.ID - Karena tidak memiliki biaya, seorang anak yatim piatu terpaksa tidak melanjutkan pendidikan. Selain itu, anak malang ini juga tidak memiliki tempat tinggal.

Sungguh miris kehidupan yang dialami gadis belia ini. Awalnya Gta (16 tahun), hidup dari belas kasihan saudara bapak dan neneknya. Namun ketika neneknya juga meninggal dunia, ia kini terkadang menumpang tinggal di rumah keluarga ibu tirinya. Tak hanya itu, ia pun harus putus sekolah.

Diungkapkan Gta kepada Telisik.id, sejak ia berumur delapan tahun dan duduk di bangku kelas dua SD, ibunya telah meninggal dunia. Sejak itu ia dirawat ayah kandungnya. Selang beberapa tahun, ayahnya menikah lagi, dan ia tinggal bersama ibu tirinya.


Namun pada tahun 2017, cobaan kembali menimpa dirinya. Ayah tercinta yang selalu melindunginya, dipanggil menghadap Sang Pencipta hingga ia pun dirawat oleh ibu tirinya.

Baca Juga: Ingin Bantu Orang Tua, Gadis Ini Bekerja Keras Sekolahkan Adik-adiknya

Ayah kandungnya yang hanya berprofesi sebagai sopir, tidak meninggalkan harta yang dapat mereka gunakan untuk biaya hidup. Ibu tirinya kemudian menikah lagi, dan Gta terpaksa memilih pergi dari rumah ibu tirinya, tinggal sama neneknya di Kota Lama.

Itupun tidak lama, karena nenek yang selama ini menjadi pelindung dan memberinya kasih sayang, juga dipanggil oleh Sang Pencipta.

Tinggallah Gta hidup seorang diri. Saat itu  dia masih duduk di kelas satu Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Kendari. Gta terpaksa harus berhenti sekolah, karena sejak pembelajaran tatap muka kembali diterapkan, ia tidak memiliki biaya untuk ke sekolah.

"Dulu waktu masih online saya masih bisa ikut sekolah, karena teman biasa kasi pinjan HP-nya. Tapi sejak sekolah ofline, saya berhentimi karena tidak adami yang kasih saya uang untuk biaya ke sekolah," tuturnya sambil mengusap air matanya.

Baca Juga: Demi Keluarga, Bapak Ini Rela Puluhan Tahun Merantau Jualan Kerajinan

Gta tentu saja ingin bersekolah seperti teman-temannya. Namun keadaan tidak berpihak padanya. Semua orang yang ia sayangi harus pergi meninggalkan dirinya, berpulang kepada Sang Maha Esa.

Di usia yang masih sangat muda, Gta harus menghadapi hidup dengan segala cobaannya, sendirian.

Untuk kehidupan sehari-hari, kini Gta menumpang hidup dengan keluarga yang sudah cukup jauh di salah satu rumah gubuk di jalan Ir. H. Alala, Kemaraya, Kendari (A)

Reporter: Thamrin Dalby

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga