KENDARI, TELISIK.ID - Dalam menghadapi new normal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menyiapkan skenario terutama dalam meningkatkan ekonomi.

Pengamat Ekonomi Nasional, Abdul Rahman Farisi (ARF) menerangkan, kebijakan new normal ibarat menggerakkan turbin ekonomi tapi tidak menciptakan klaster baru dalam penyebaran COVID-19.

Sementara di Sultra sendiri, kata ARF, Ia melihat terdapat dua kategori yang harus diseriusi oleh Pemprov Sultra, yakni transportasi publik kapal laut dan pasar tradisional yang mesti diatur dengan baik sesuai protokol COVID-19.

"Di Sultra belum ada pabrik dengan jumlah tenaga kerja padat yang memiliki resiko klaster baru. Jadi kita bisa masuk new normal dengan resiko yang sudah bisa diketahui dan pemerintah daerah sudah bisa menyiapkan regulasinya," papar ARF, Kamis (4/6/2020).

Baca juga: Empat CJH Bombana Tunda Lunasi Dana Haji