PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda) dan peserta kegiatan mengikuti Asistensi Peningkatan Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK). Foto: Ist.
" Penguatan tata kelola dan sistem pengawasan menjadi fokus BPR Bahteramas Kendari melalui asistensi IEPK guna memastikan pencegahan korupsi, fraud, serta perlindungan nasabah berjalan optimal "
KENDARI, TELISIK.ID - Penguatan tata kelola dan sistem pengawasan menjadi fokus BPR Bahteramas Kendari melalui asistensi IEPK guna memastikan pencegahan korupsi, fraud, serta perlindungan nasabah berjalan optimal.
PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda) terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) melalui penguatan sistem pengendalian internal dan pencegahan kecurangan.
Komitmen tersebut ditunjukkan dengan keikutsertaan manajemen BPR Bahteramas Kendari dalam kegiatan Asistensi Peningkatan Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) yang dilaksanakan bersama Pemerintah Kota Kendari dan didampingi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Tenggara, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan memetakan tingkat efektivitas pengelolaan risiko korupsi dan kecurangan di lingkungan perusahaan. Penilaian dilakukan melalui tiga pilar utama, yakni kapabilitas, pencegahan, dan penanganan, yang menjadi indikator dalam mengukur kesiapan organisasi menghadapi potensi penyimpangan.
Direktur Utama PT BPR Bahteramas Kendari, Suryaningsih, memimpin langsung jalannya asistensi tersebut. Ia didampingi Pejabat Eksekutif Audit Internal serta Pejabat Eksekutif Kepatuhan yang berperan penting dalam pengawasan dan pengendalian internal perusahaan.
Kehadiran jajaran manajemen dalam agenda tersebut menunjukkan bahwa aspek pengawasan dan kepatuhan menjadi bagian penting dalam operasional bank.
Wali Kota Kendari (tengah) bersama Direktur Utama PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda), Suryaningsih, serta jajaran BPKP Provinsi Sulawesi Tenggara. Foto: Ist.
Melalui asistensi ini, perusahaan berupaya mengidentifikasi kekuatan maupun area yang masih perlu ditingkatkan dalam sistem pengendalian yang telah berjalan.
Suryaningsih mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah konkret untuk mengukur efektivitas sistem pertahanan internal bank dalam mendeteksi dan mencegah potensi penyimpangan.
"Sebagai lembaga jasa keuangan, kepercayaan masyarakat adalah aset paling berharga. Melalui asistensi IEPK ini, kami ingin memastikan bahwa instrumen pencegahan, kapabilitas SDM pengawas, hingga sistem penanganan risiko di BPR Bahteramas Kendari berjalan optimal dan sesuai dengan standar kedeputian pengawasan," ujarnya, dalam keterangan tertulis.
Dalam pembahasan asistensi, fokus utama diarahkan pada penguatan tiga pilar instrumen IEPK secara menyeluruh. Pada pilar kapabilitas, evaluasi dilakukan terhadap kemampuan dan independensi tim Audit Internal serta Kepatuhan dalam mengidentifikasi risiko operasional sejak dini.
Sementara itu, pada pilar pencegahan, pembahasan mencakup efektivitas strategi anti-fraud, sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system), serta implementasi prinsip kehati-hatian dalam aktivitas perbankan.
Adapun pada pilar penanganan, perhatian difokuskan pada kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku dan kesiapan perusahaan dalam mengambil langkah responsif apabila ditemukan ketidaksesuaian prosedur di lapangan.
Melalui sinergi tersebut, PT BPR Bahteramas Kendari (Perseroda) berharap dapat meningkatkan indeks efektivitas pengendalian korupsi sekaligus memperkuat sistem pengawasan internal. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta memberikan rasa aman bagi nasabah dan mitra bisnis dalam menjalankan aktivitas keuangan di BPR Bahteramas Kendari. (Adv)