MANGGARAI, TELISIK.ID - Belum lama ini warga di Poco Leok, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menolak keras rencana pembangunan proyek geothermal.
Beragam spekulasi dan fobia mencetus perlawan kelompok warga menolak pembangunan panas bumi itu. Mengingat warga lingkar geothemal adalah masyarakat adat, tentunya mereka tidak mau dipisahkan dengan tanah ulayat mereka sebagai sebuah entitas.
Selain itu warga tidak ingin tanaman cengkeh, kemiri dan cokelat yang hijau menjadi tidak berbuah seperti yang dialami masyarakat Desa Wewo yang dalam 3 tahun terakhir tidak bisa lagi memanen cengkeh dan tanaman perdagangan lainnya. Lantas apakah itu juga bagian dari petaka PLTP?
Banyak ketakutan yang menghantui warga 9 kampung di wilayah Poco Leok. Ada yang mengatakan sawah dan air bakal tercemar. Ada juga yang menyebut lahan sewaktu-waktu bisa longsor tanpa sebab seperti testimoni orang Wewo yang katanya akibat pengeboran Ulumbu di masa lalu.
Terhadap spekulasi tersebut, pihak PLN memberi klarifikasi berbasiskan kajian akademis dan hasil riset.
