KENDARI, TELISIK.ID - Bawaslu menyebutkan, Pilkada Sultra 2020 harus partisipatif dan inklusif serta berkualitas.

Oleh karena itu, untuk mewujudkan itu semua dibutuhkan peran aktif dari masyarakat guna mengawasi dan memantau pelaksanaan Pilkada serentak 2020 mendatang.

Komisioner Bawaslu Sultra, Munsir Salam mengatakan, pelaksanaan Pilkada selalu memunculkan adanya kerawanan yang bisa merusak kualitas demokrasi.

"Seperti kerawanan politik uang, ASN tidak netral, kepala daerah tidak netral dan penggunaan fasilitas pemerintah untuk kampanye," terangnya, Sabtu (22/8/2020).

Munsir Salam menjelaskan, kerawanan lainnya adalah kampanye hitam ataupun berita bohong (hoax) yang bisa merusak kualitas Pilkada. Termasuk, bentuk-bentuk kecurangan lainnya.