BAUBAU, TELISIK.ID - Proses seleksi hingga pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) Buton Selatan (Busel) terus menuai polemik. Bagaimana tidak, tahapan dalam proses seleksi pengganti Drs La Siambo itu sangat tertutup. Bahkan, gubernur disebut kecolongan dengan adanya surat dari Kemendagri.

Hal ini dibeberkan oleh salah satu peserta yang diketahui masuk tiga besar sebagai calon jenderal ASN di Bumi Gajah Mada itu, LM Muharram.

Kepada Telisik.id, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Buton ini menceritakan semua proses tahapan yang diduga menabrak aturan, aktor di Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang diduga mediator agar proses ini berjalan lancar, hingga kecolongannya Gubernur Sultra, Ali Mazi, akan adanya surat teguran Kemendagri soal klarifikasi seleksi terbuka tersebut.

Cerita itu diawali ketika dirinya menyetor berkas di sekretariat pendaftaran kantor BKPSDM Busel. Saat itu, waktu menunjukan pukul 14:00 Wita. Di sini keanehan mulai terjadi. Pasalnya, setelah dirinya mendaftar, pihak panitia memperpanjang waktu pendaftaran sampai tiga hari dari waktu yang telah ditentukan. Namun itu dianggap bukan suatu masalah urgen.

Usai menyerahkan berkas, dirinya kemudian menyambangi sekaligus bersilaturahmi dengan kawan lamanya yang saat itu menjabat sebagai Sekda Busel, Drs La Siambo. Pada pertemuan itu, keduanya membahas proses seleksi Sekda yang saat itu tengah berjalan.