KENDARI, TELISIK.ID - Pendapatan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kota Kendari turun hingga 30 persen akibat pandemi COVID-19.
Direktur PDAM Kota Kendari Damin mengaku, penurunan pendapatan PDAM sangat terasa di awal pandemi COVID-19 melanda Kota Kendari di bulan Maret lalu, pendapatan hanya berkisar antara Rp 1,7 miliar sampai Rp 1,8 miliar.
Normalnya pendapatan PDAM Tirta Anoa setiap bulan Rp 2,4 miliar.
"Penurunan pendapatan kami sekitar 30 persen dari kondisi normal. COVID pertama itu turun hingga Rp 1,7-Rp 1,8 miliar," ungkapnya, Rabu (16/12/2020).
Terjadinya penurunan pendapatan lanjut Damin, karena berkurangnya penggunaan air dari hotel, restoran dan rumah makan.
