adplus-dvertising

Demi Beli Kuota Internet, Siswi SMP Rela Jual Diri

Muhammad Israjab, telisik indonesia
Rabu, 29 Juli 2020
4294 dilihat
Demi Beli Kuota Internet, Siswi SMP Rela Jual Diri
Siswi SMP ini nekad jual diri demi membeli kuota internet. Terlebih akibat himpitan ekonomi di tengah pandemi COVID-19. Foto: Repro Google.com

" Awalnya korban mengetahuinya dari pelaku tersebut, namun belakangan korban sempat mempromosikan sendiri dan ada juga sesekali menggunakan pelaku. "

KEPULAUAN RIAU, TELISIK.ID - Seorang siswi SMP berusia 15 tahun asal Kepulauan Riau (Kepri) terpaksa harus menjual diri karena faktor ekonomi.

Sisiwi tersebut terpaksa menjual diri demi membeli kuota internet dan keperluan sehari-hari.

Melalui aplikasi daring yakni MiChat, siswi tersebut berharap bisa mendapat orderan pria hidung belang.


Namun aksi siswi SMP itu digagalkan aparat kepolisian. Saat itu polisi juga mengamankan dua pria yang memakai jasa gadis di bawah umur tersebut.

Seperti dikutip dari Tribunnews, Kapolsek Batu Aji Kompol Jun Chaidir mengatakan, terungkapnya aksi ini setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat.

Masyarakat menyebut ada jaringan atau penyalur prostitusi online via MiChat yang menawarkan yang gadis masih di bawah umur.

Berbekal informasi itu, polisi melakukan pengembangan dan akhirnya berhasil mengamankan dua orang pelaku yang diduga sebagai penyalur prostitusi online.

"Dua pelaku yang kami amankan yakni penyalur dan penikmat, keduanya kami amankan di Wisma Mitra Mall saat bertransaksi, Rabu (22/7/2020) malam pekan lalu,” kata Jun Chaidir, dikutip dari nesiatime.com, Selasa (28/7/2020).

Kedua pelaku tersebut berinisial RS dan ML dan mereka adalah pengangguran.

Baca juga: Diduga Cemarkan Profesi Wartawan, Pemilik Akun FB Widodo Wido Dipolisikan

Pemeriksaan sementara, korban mengaku sengaja menjual diri hanya karena tidak memiliki uang untuk kebutuhan sehari-hari selama COVID-19.

Korban juga mengaku menjual diri demi membeli kuota internet.

Terlebih, korban berasal dari keluarga yang sedang bermasalah dan jauh dari pengawasan orangtua.

Dengan keadaan itu, korban langsung dimanfaatkan oleh penyalur prostitusi online tersebut.

Chaidir menambahkan, korban mengenal pelaku dari jejaring sosial Facebook.

“Awalnya korban mengetahuinya dari pelaku tersebut, namun belakangan korban sempat mempromosikan sendiri dan ada juga sesekali menggunakan pelaku,” ujar Chaidir.

Untuk tarifnya, pelaku mematok harga Rp 500.000 untuk sekali kencan.

Mirisnya, korban mengaku masih bersekolah. Karena COVID-19, korban terjerumus ke prostitusi online.

Sedangkan, barang bukti yang diamankan, yakni dua unit ponsel merek Xiaomi dan uang tunai Rp 1 juta.

Reporter: Muhammad Israjab

Editor: Haerani Hambali

Baca Juga