KENDARI, TELISIK.ID - Perjuangan ibu untuk anak dan keluarganya tidak akan pernah ada habisnya. Sejak anak dalam kandungan, hingga dilepas hidup mandiri, ibu akan selalu menjadi orang pertama yang mendukung dan membantunya.

Kisah perjuangan ibu untuk buah hatinya pun bermacam-macam. Bahkan, mereka rela bekerja apapun, termasuk menjadi pemulung demi bisa menyekolahkan buah hatinya.

Beta, seorang ibu (40) harus menjadi tulang punggung keluarganya dengan bekerja sebagai pemulung. Ia tiap hari harus mengumpulkan barang bekas. Pekerjaan tersebut dilakukan demi membiayai hidup serta menyekolahkan anaknya.

"Dulu suami saya sebagai buruh, namun kurang lebih setahun kakinya lumpuh," kata Ibu Beta.

Sebelumnya kata dia, sumber penghasilan keluarga tidak hanya dari hasil memulung, tapi juga dari suaminya yang bekerja sebagi buruh Namun, kini suaminya tidak dapat lagi bekerja karena mengalami lumpuh sejak setahun yang lalu.