adplus-dvertising

Demi Hidupi Keluarga, Seorang Ibu Rela Jadi Pemulung

Haidir Muhari, telisik indonesia
Rabu, 24 Maret 2021
1533 dilihat
Demi Hidupi Keluarga, Seorang Ibu Rela Jadi Pemulung
Ibu Beta bersama kedua anaknya. Foto: Riza Afrianti/Telisik

" Untuk menyemangati anak-anak. "

KENDARI, TELISIK.ID - Perjuangan ibu untuk anak dan keluarganya tidak akan pernah ada habisnya. Sejak anak dalam kandungan, hingga dilepas hidup mandiri, ibu akan selalu menjadi orang pertama yang mendukung dan membantunya.

Kisah perjuangan ibu untuk buah hatinya pun bermacam-macam. Bahkan, mereka rela bekerja apapun, termasuk menjadi pemulung demi bisa menyekolahkan buah hatinya.

Beta, seorang ibu (40) harus menjadi tulang punggung keluarganya dengan bekerja sebagai pemulung. Ia tiap hari harus mengumpulkan barang bekas. Pekerjaan tersebut dilakukan demi membiayai hidup serta menyekolahkan anaknya.


"Dulu suami saya sebagai buruh, namun kurang lebih setahun kakinya lumpuh," kata Ibu Beta.

Sebelumnya kata dia, sumber penghasilan keluarga tidak hanya dari hasil memulung, tapi juga dari suaminya yang bekerja sebagi buruh Namun, kini suaminya tidak dapat lagi bekerja karena mengalami lumpuh sejak setahun yang lalu.

Ibu Beta menceritakan, setiap hari ia mulai menjalani profesinya ini sejak pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.00 sore. Ia melakukan itu ditemani dua orang anaknya yang masih kecil.

Baca juga: Pergi Pagi Pulang Malam, Nenek Ini Berjualan demi Sang Cucu

Di bawah terik panas matahari ataupun siraman air hujan, wanita tangguh ini bersama dua anaknya tetap semangat menyisir jalan untuk mengumpulkan sampah yang merupakan sumber penghasilannya.

Setiap hari Ibu Beta memulung bersama dua orang anaknya. Dirinya mencari barang-barang bekas. Dari aktivitasnya menjadi pemulung, Ibu Beta hanya bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp100 ribu seharinya.

“Dalam sehari bertiga biasanya dapat Rp 100.000," ujarnya.

Menurut Ibu Beta sejak Sulawesi Tenggara dilanda pandemi virus COVID-19, dirinya mengaku belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah begitupun dengan anak-anaknya.

Ibu Beta mengatakan, yang menjadikan motivasi terbesarnya selain untuk kebutuhan sehari-hari juga ialah menyemangati ketiga anaknya dalam melawan kerasnya hidup.

"Untuk menyemangati anak-anak," jelasnya.

Perempuan yang bertempat tinggal di Sudoha ini, bukan karena sebagai tulang punggung lalu melupakan kewajiban sebagai istri dan ibu.Sehingga dalam kesehariannya ibu Beta harus bisa mengatur waktu untuk menjalankan perannya yang tidak mudah. (B)

Reporter: Riza Afrianti

Editor: Fitrah Nugraha

TAG:
Baca Juga