Demokrat Masuk Jajaran Lima Partai Berektabilitas Tinggi

Musdar, telisik indonesia
Minggu, 04 April 2021
0 dilihat
Demokrat Masuk Jajaran Lima Partai Berektabilitas Tinggi
Pengurus DPP Partai Domokrat. Foto: Ist.

" Sehingga kalau hari ini Demokrat tetap menjadi partai yang diunggulkan, itu menjadi sebuah kewajaran. "

KENDARI, TELISIK.ID - Partai Demokrat masuk dalam jajaran lima besar partai berelektabilitas tertinggi berdasarkan survei SMRC.

Pertai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum meraih angka 7,7 persen.

Selain Demokrat, empat partai lain yang elektabilitasnya tertinggi adalah PDIP, Gerindra, Golkar dan PKB.

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani mengatakan, pihaknya selalu menjadikan hasil survei sebagai rujukan menyusun strategi untuk bertarung dalam sejumlah agenda politik.

"Ini menjadi penilaian yang paling objektif dan bisa diterima untuk mengukur sejauh mana kinerja Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Mas Ketum AHY," kata Kamhar dilansir dari Suara.com jaringan Telisik.id, kemarin.

Kamhar mengklaim, Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY banyak meraih capaian positif.

Menurutnya, capaian positif di masa kepemimpinan AHY terkonfirmasi oleh kenaikan elektabilitas Demokrat.

"Kami optimistis tren kenaikan ini bisa terjaga dengan soliditas dan solidaritas kader. Partai Demokrat baru saja melalu badai yang menjadi ujian kenaikan kelas, alhamdulillah bisa dilewati secara gemilang dengan predikat sangat memuaskan," tuturnya.

Kamhar mengatakan, dengan kedewasaan AHY menghadapi kisruh yang terjadi di Demokrat, justru akan menjadi berkah kenaikan suara partai.

Baca Juga: Soal Mutasi Guru, Komisi III Terus Kejar Dikbud

"Kami berkeyakinan ini menjadi berkah bagi partai dan bermanfaat secara elektoral. Ini membuat kami semakin optimistis menatap 2024," kata dia.

Menanggapi survei Partai Domokrat, Pengamat Politik Sulawesi Tenggara (Sultra) M Najib Husein menilai, wajar jika Partai Demokrat dalam jajaran partai berektabilitas tinggi.

Apalagi, sambung Najib, Partai yang diketuai AHY itu pernah menjadi pemenang Pemilu di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Sehingga kalau hari ini Demokrat tetap menjadi partai yang diunggulkan, itu menjadi sebuah kewajaran," kata Najib.

Hasil Survei SMRC

Survei nasional SMRC tersebut dilakukan pada 28 Februari-8 Maret 2021 dengan melibatkan 1.064 responden yang dipilih secara acak dan diwawancara secara tatap muka. Ambang batas kesalahan penelitian kurang lebih 3, 07 persen.

SMRC memberikan pertanyaan terhadap responden, 'Jika pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diadakan sekarang ini, partai atau calon dari partai mana yang akan Ibu/Bapak pilih?'

Hasil survei menunjukkan PDIP memperoleh dukungan suara tertinggi, yaitu 24,9 persen. Berikut ini hasilnya:

1. PDIP 24,9 persen

2. Golkar 11,6 persen

3. Partai Gerindra 11,6 persen

4. Demokrat 7,7 persen

5. PKB 7,5 persen

6. PKS 5,2 persen

7. NasDem 4,1 persen

8. PPP 2,7 persen

9. PAN 2,5 persen

10. Perindo 1,2 persen

"Saat ini PDIP memperoleh 24,9 persen, naik sekitar 5 persen dari perolehan Pemilu 2019 yang 19,3 persen," kata Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas, dalam konferensi pers di YouTube SMRC TV dilansir dari detiknews, 1 April lalu.

Abbas mengatakan, sekitar 24,9% warga menyatakan memilih PDI Perjuangan pada Maret 2021. Angka ini lebih tinggi dari perolehan suara pada Pileg 2019 yang mencapai 19%. Meski demikian, terdapat penurunan dibandingkan September 2020, dimana dukungan pada PDI Perjuangan mencapai 27,4%.

Menurut Abbas, temuan survei ini menunjukkan tidak ada perubahan berarti dalam komposisi 4 klaster partai politik dilihat dari tingkat dukungan pemilih nasional.

Baca Juga: Terbaru, Daftar Harga BBM di Seluruh Indonesia

Setelah PDI Perjuangan yang berada di posisi teratas, di klaster 2 ada Gerindra dan Golkar. Kedua partai ini memperoleh suara sama-sama sekitar 11,6% pada Maret 2021, yang menunjukkan kemiripan dengan perolehan suara pada Pemilu 2019.

Klaster 3 diisi partai-partai yang memperoleh suara 7-10% pada Pemilu 2019: PKB, Nasdem, PKS, dan Demokrat. Pada survei Maret 2021, suara Demokrat cenderung stabil, yakni di angka 7,7%. Sementara PKB (7,5%), NasDem (4,1%), dan PKS (5,2%) cenderung lebih dinamis.

Terakhir, klaster 4 diisi oleh PAN dan PPP yang pada pemilu 2019 mendapat suara 4-7%. Pada survei Maret 2021, keduanya mendapat dukungan yang belum meyakinkan. PAN yang pada 2019 memperoleh 6,8%, dalam survei Maret 2021 hanya dipilih oleh 2,5% warga. Sedangkan PPP yang pada Pemilu 2019 mendapat suara 4,3%, dalam survei ini hanya memperoleh suara 2,7%.

Menurut Abbas, PAN dan PPP harus cukup waspada menuju Pemilu 2024. "Bila tidak bekerja keras, PPP bisa saja tidak lolos pada 2024 seperti dialami Hanura 2019," ujar Abbas.

Survei ini juga menunjukkan bahwa partai-partai lain belum terlihat mendekati kekuatan partai-partai incumbent di Senayan. (A)

Reporter: Musdar

Editor: Haerani Hambali

TAG:
Artikel Terkait
Baca Juga