Deretan Terbaru 10 Orang Paling Tajir di Indonesia 2026, Bos Djarum Tak Lagi Tertinggi
Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Sabtu, 18 Juli 2026
0 dilihat
Low Tuck Kwong, pengusaha batu bara sekaligus pendiri dari Bayan Resources. Foto: Repro Kompas
" Daftar orang paling tajir di Indonesia kembali mengalami perubahan pada Juli 2026 "

JAKARTA, TELISIK.ID - Daftar orang paling tajir di Indonesia kembali mengalami perubahan pada Juli 2026.
Berdasarkan data Forbes Real-Time Billionaires per 17 Juli 2026, pengusaha batu bara Low Tuck Kwong berhasil menempati posisi pertama, menggeser pemilik Grup Djarum, Robert Budi Hartono, yang kini turun ke peringkat kedua.
Perubahan posisi tersebut terjadi dalam pembaruan daftar miliarder dunia yang dirilis Forbes. Low Tuck Kwong tercatat memiliki total kekayaan sebesar US$16,2 miliar atau sekitar Rp 262,4 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.200 per dolar Amerika Serikat. Dalam pembaruan terbaru, nilai kekayaannya bertambah sekitar US$144,4 juta.
Melansir dari CNN Indonesia, Sabtu (18/7/2026), sementara itu, Robert Budi Hartono berada di posisi kedua dengan total kekayaan US$15,7 miliar atau sekitar Rp 254,3 triliun. Meski nilai asetnya meningkat sekitar US$530,6 juta, kenaikan tersebut belum mampu mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya di Indonesia.
Posisi ketiga masih ditempati pemilik Barito Group, Prajogo Pangestu. Pengusaha yang bergerak di sektor petrokimia dan energi itu memiliki kekayaan US$15,4 miliar atau sekitar Rp 249,5 triliun. Nilai asetnya juga tercatat bertambah sekitar US$30,3 juta.
Selain tiga besar, daftar orang terkaya di Indonesia masih dihuni sejumlah pengusaha yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari konglomerasi, petrokimia, pusat data, hingga perkebunan dan pertambangan. Sektor-sektor tersebut masih menjadi penopang utama pertumbuhan kekayaan para miliarder Indonesia.
Baca Juga: Ini Lima Taipan Energi Terkaya Dunia, Nomor 1 Ada di Indonesia
Berikut daftar 10 orang paling tajir di Indonesia versi Forbes Real-Time Billionaires per 17 Juli 2026.
1. Low Tuck Kwong dengan kekayaan US$16,2 miliar atau sekitar Rp 262,4 triliun. Bisnis utamanya berada di sektor pertambangan batu bara dan energi melalui Bayan Resources.
2. Robert Budi Hartono dengan kekayaan US$15,7 miliar atau sekitar Rp 254,3 triliun. Sumber kekayaannya berasal dari sektor perbankan melalui BCA serta industri rokok melalui Djarum Group.
3. Prajogo Pangestu dengan kekayaan US$15,4 miliar atau sekitar Rp 249,5 triliun. Ia menjalankan bisnis di bidang petrokimia dan energi melalui Barito Group.
4. Anthoni Salim dengan kekayaan US$10,3 miliar atau sekitar Rp 166,9 triliun. Portofolio bisnisnya meliputi sektor pangan, ritel, telekomunikasi, dan infrastruktur melalui Salim Group.
5. Sri Prakash Lohia memiliki kekayaan US$8,5 miliar atau sekitar Rp 137,7 triliun. Bisnis utamanya bergerak di bidang petrokimia dan manufaktur melalui Indorama Group.
6. Tahir dan keluarga mencatatkan kekayaan US$8,3 miliar atau sekitar Rp 134,5 triliun melalui berbagai lini usaha di bawah Mayapada Group.
7. Otto Toto Sugiri memiliki kekayaan US$7,7 miliar atau sekitar Rp 124,7 triliun. Kekayaannya berasal dari bisnis pusat data melalui DCI Indonesia.
Baca Juga: Sepuluh Taipan Terkaya Israel, Mesin Uangnya Ada di Indonesia
8. Marina Budiman menempati posisi kedelapan dengan kekayaan US$5,5 miliar atau sekitar Rp 89,1 triliun. Marina menjadi satu-satunya perempuan yang masuk dalam daftar 10 besar dan juga menjalankan bisnis pusat data melalui DCI Indonesia.
9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono berada di posisi kesembilan dengan kekayaan US$4,3 miliar atau sekitar Rp 69,7 triliun. Bisnisnya bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit dan pertambangan nikel.
10. Theodore Rachmat melengkapi daftar 10 besar dengan kekayaan US$4,1 miliar atau sekitar Rp 66,4 triliun. Sumber kekayaannya berasal dari berbagai investasi dan bisnis konglomerasi.
Perubahan peringkat tersebut menunjukkan adanya dinamika nilai kekayaan para konglomerat Indonesia dalam pembaruan Forbes Real-Time Billionaires. Meski terjadi pergantian di posisi teratas, daftar 10 besar masih didominasi pengusaha yang memiliki bisnis di sektor pertambangan, perbankan, energi, manufaktur, hingga pusat data. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS